PADANG, METRO
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scopy tewas ditabrak kereta api Sibinuang di tepi banjir Kanal, Kelurahan Alai Parak Kopi Kecematan Padang Utara, Senin (24/2) pagi. Bahkan, pemotor itu sempat terseret bersama sepeda motornya hingga meninggal dengan kondisi yang mengenaskan.
Warga setempat yang mengetahui kejadian itu, langsung berbondong-bondong datang dan melihat tubuh korban bernama Jefri (51) warga Jalan Andalas Timur RT 001 RW 005 Kelurahan Andalas, Kecamatan Padang Timur Kota Padang ini hancur dan terputus-putus. Personel Polsek Padang Utara yang datang ke lokasi di bantu oleh masyarakat, langsung mengevakuasi korban dan membawa korban ke rumah sakit Bhayangkara.
Dari informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, diketahui Kereta Api Sibinuang yang melaju dari arah Simpang Haru menuju Pariaman, menabrak satu pengendara sepeda motor yang datang dari arah Tamsis menuju Andaleh, namun di saat di TKP korban tidak mengetahui ada kereta api yang hendak melintas.
Salah seorang warga setempat, Roni (41) mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pada pukul 06.15 WIB. Berdasarkan KTP yang ada bersama korban, korban bernama Jefri berjenis kelamin laki-laki dengan umurnya sekitar 60 tahunan. Korban tewas di tempat dengan kondisi luka cukup parah.
“Korban sempat terseret sejauh 15 meter. Sedangkan motornya terseret sejauh 100 meter dari lokasi awal kejadian. Warga sekitar langsung terkejut. Karena mendengar bunyi dentuman yang cukup keras, sehingga berbondong-bondong ke sini untuk melihat apa yang terjadi,”sebut Roni.
Saat kejadian tambah Roni, palang pintu rel kereta api tidak tertutup. Hal ini dikarenakan, penjagan yang biasa di situ belum ada. “Biasanya memang ada anak-anak yang mangkal di situ mengatur apabila ada kereta api yang lewat. Itu sukarela saja,” jelas Roni.
Sementara itu Kapolsek Padang Utara AKP Afrino Chan menyebutkan, kecelakaan yang melibatkan kereta api Sibinuang dengan sepeda motor Honda Scoopy BA 4990 OL terjadi sekitar pukul 06.00 WIB.
“Berdasarkan keterangan dari seorang saksi, Murni (60), ia melihat korban yang hendak melintas di perlintasan kereta api. Namun di saat bersamaan saksi melihat ada kereta api yang akan melintas,” kata Afrino.
AKP Afrino menuturkan, melihat hal tersebut saksi langsung berusaha meneriaki korban agar segera menghindar dari perlintasan kereta. Namun korban tidak mendengarkan hal tersebut dan langsung di tabrak oleh kereta api yang menyeret korban dari pelintasan dan mengakibatkan korban meninggal dunia.
“Kita datang ke lokasi setelah mendapat laporan dari warga. Setelah itu, kita membawa jasad korban ke rumah sakit Bhayangkara menunggu pihak keluarga datang menjemput untuk di kebumikan,” pungkas Afrino. (r)





