Hujan deras yang mengguyur daerah Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, menyebabkan banjir merendam wilayah Nagari Kotosani, Kamis (31/3) malam.
SOLOK, METRO–Hujan deras yang mengguyur daerah Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, menyebabkan banjir merendam wilayah Nagari Kotosani. Banjir bandang yang membawa material padat dan potongan kayu dari Bukit Kemuning, menutup akses jalan dan merendam rumah warga.
Keterangan warga, air besar datang tiba-tiba dan sangat cepat. Saluran air yang ada di kawasan itu tidak mampu menampung air besar sehingga meluap ke pemukiman warga.
Seperti terlihat di Jorong Ujung Ladang, daerah ini tidak dapat dilewati karena akses jalan menuju jorong tersebut tertutup material padat yang terbawa air. Sedangkan 5 unit rumah warga di tiga jorong, yakni Limoniniak, Padangbelimbing dan Kasiak, mengalami kerusakan cukup parah.
Hantaman air bah semakin memperparah keadaan, ketika gorong-gorong saluran air tertup material padat yang terbawa air. Akibatnya air semakin besar tumpah ke pemukiman.
Wali Nagari Kotosani, Deswandi mengungkapkan, sejak Selasa sore warga mulai was-was karena hujan lebat mengguyur kampung. Air berwarna keruh mulai terlihat mengaliri saluran air.
Pada tengah malam, kekhawatiran warga semakin karena air mulai meluap dan merendam rumah-rumah warga. Ketika hujan mulai reda, namun air yang turun dari bukit dengan membawa material padat semakin besar.
Saat air besar tiba di tengah malam dalam kondisi gelap, warga mulai berteriak histeris. Warga berteriak minta tolong dan penuh ketakutan. Warga berupaya menyelamatkan harta benda dan menyelamatkan anggota keluarga. Suasana semakin mencekam.
”Banyak yang mengungsi. Dan, Alhamdulillah belum ada laporan korban jiwa,” jelas Deswandi.
Kecemasan masyarakat malam itu sedikit terobati ketika anggota dari BPBD Kota Solok terlebih dahulu tiba di lokasi. Petugas BPBD dari daerah tetangga itu langsung berjibaku membuka saluran air ýyang tersumbat material padat untuk menyelamatkan rumah warga agar tidak bertambah parah tergenang air dan lumpur.
”Warga masih dilanda kecemasan. Setidaknya, ada sekitar 1.600 jiwa yang tinggal di Jorong Ujung Ladang, dan masih terisolasi,” jelasnya.
Dari data sementara, untuk Jorong Limo Ninik ada sekitar 212 rumah (979 jiwa/ 247 KK). Ada 5 titik longsor. Kondisi ini juga mengakibatkan sekitar 17 hektare sawah pertanian juga ikut terendam material banjir bandang.
Sementara untuk Jorong Kasiak, sebanyak 92 unit rumah yang dihuni sebanyak 454 jiwa dan 108 KK dan 9 titik longsor serta 32 hektare sawah terendam dan tertimbun material. Meski tak ada korban jiwa, namun saat ini belum bisa menghitung berapa kerugian yang alami akibat musibah itu.
Hingga kemarin, warga bersama pemerintah nagari, camat, Polsek, BPBD dan Kodim 0309 Solok berusaha membersihkan jalan dari material longsor dengan menggunakan peralatan seadanya.
Sementara itu, saksi mata yang juga tokoh masyarakat Nagari Kotosani H. Syafri Dt Siri Marajo memastikan, puncak bencana banjir bandang yang terjadi sekira pukul 00.30 WIB ditenggarai berasal dari Bukit Kemuning yang mengeluarkan air bah. Bukit yang sebelumnya mengalami retak dengan kedalaman hampir mencapai 30 meter, tidak kuasa menampung curahan hujan yang begitu lebat sepanjang kamis malam hingga Jumat dini hari.
”Sekitar pukul setengah satu dinihari, aliran air dari bukit kemuning yang mengalir ke banda (kali) nagari menjadi meluap,” ujar mantan ketua DPRD Kabupaten Solok ini.
Diakui Syafri, jika hujan kembali turun, kondisi Nagari Kotosani dipastikan akan bertambah parah. Masyarakat meminta agar pemerintah daerah memberikan perhatian kepada masyarakat dengan mensiagakan petugas dan tenda-tenda darurat. (vko)





