METRO PESISIR

Plafon dan Jendela Jebol, Ruangan Belajar Memprihatinkan

0
×

Plafon dan Jendela Jebol, Ruangan Belajar Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini

PDG.PARIAMAN, METRO

Kondisi sejumlah bangunan SMPN 2, 2 X 11 Kayu Tanam Kabupaten Padangpariaman hingga saat ini terlihat sangat membutuhkan perhatian serius dari pihak terkait.  Pasalnya kondisi platfon sejumlah ruangan kelas di sekolah itu  kini kodisinya terlihat telah mengalami kerusakan serius.

Bahkan tidak hanya itu, para guru di sekolah tersebut juga terpaksa harus dipindahkan ke ruangan perkantoran kepala sekolah, disebabkan kondisi plaftonnya bisa membahayakan keselamatan para penghuninya.

“Makanya dengan alasan itulah, sesuai hasil kesepakatan kita dengan majelis guru, akhirnya seluruh aktivitas guru terpaksa  dipindahkan ruangan ke kantor kepala sekolah. Sementara ruangan majelis guru tersebut saat ini terpaksa harus kita kosongkan untuk sementara waktu,” kata Kepala SMPN 2 2 X 11 Kayu Tanam, Alizar, kemarin.

Lebih jauh mantan Kepala SMPN I Patamuan ini menyebutkan, tidak hanya majelis guru saja, melainkan juga sebanyak empat ruangan kelas di sekolah tersebut juga terpaksa harus dikosongkan, tentunya demi pertimbangan keselamatan para siswa yang menghuni ruang kelas tersebut.

Hal itu memang sangat beralasan sebut Alizar, karena disamping flatfponnya telah banyak yang lapuk, juga sejumlah kusen dan bagian  dindingnya juga telah banyak yang rusak atau lapuk atau bolong  akibat dimakan rayap.  Akibatnya, kondisi itu jelas bisa membahayakan keselamatan para penghuninya.

“Yang jelas dari hasil pengamatan kita, sebanyak empat lokal ruang belajar dan satu ruang majelis guru yang ada di sekolah tersebut memang sudah mengalami kerusakan serius, sehingga untuk memperbaikinya dibutuhkan proses rehab berat.

Hal itu menurut Alizar agaknya cukup beralasan, terutama mengingat telah lamanya usia sekolah tersebut, hingga tak ayal kondisi jika bangunannya telah banyak yang keropos.

“Dulunya sekolah ini berasal dari sekolah swasta, untuk selanjutnya ditingkatkan statusnya menjadi sekolah negeri seperti yang terlihat sekarang ini,” tegasnya.

Informasi yang dihimpun melalui Kepala SMPN 2 diketahui, jumlah keseluruhan ruangan di sekolah itu berjumlah 12 ruangan, hanya saja sebanyak 5 ruangan diantaranya kondisinya kini telah mengalami keropos di sana sini, sehingga membutuhkan perbaikan secara total.

“Mudah-mudahan saja ke depannya sekolah ini bisa mendapatkan bantuan rehap, termasuk diantaranya rehab bagian atap. Karena saat hari hujan terkadang air cenderung merembes ke dalam ruangan, sehingga kondisinya jelas sangat mengganggu kenyamanan guru maupun siswa saat belajar,” imbuhnya.

Di pihak lain, pantauan koran ini kondisi sejumlah ruangan belajar di sekolah tersebut terlihat begitu memprihatinkan.  Tidak terkecuali sejumlah kusennya juga terlihat mulai lapuk akibat dimakan  rayap.

Di pihak lain, beberapa bagian kayu platfonnya juga terlihat ada yang bergelantungan sembari menunggu waktu jatuhnya. Kondisi itu seperti diakui kepala SMPN 2 2 X 11 Kayu Tanam jelas bisa saja membahayakan keselamatan warga sekolah yang menempatinya.

Kepala Dinas Pendidikan, Kabupaten Padangpariaman, Rahmang menyebutkan sangat berterima kasih atas informasi terkait kondisi sekolah tersebut. “Yang jelas kita dari Dinas Pendidikan tentunya akan memperhatikan kondisi tersebut. Makanya dalam waktu dekat ini saya akan berusaha untuk mencek kerusakan yang terjadi, sehingga bisa saja untuk ke depannya kondisi kerusakan sekolah itu akan segera kita rehab,” tambahnya mengakhiri (efa)