SOLOK/SOLSEL

Penanggulangan Dampak Banjir, Gandeng Perusahaan untuk Normalisasi Sungai, SOLSEL, METRO

0
×

Penanggulangan Dampak Banjir, Gandeng Perusahaan untuk Normalisasi Sungai, SOLSEL, METRO

Sebarkan artikel ini

Banjir yang melanda Nagari Talao Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan (Solsel) pada Selasa hingga Rabu dinihari (19/2), mengakibatkan 9 rumah warga terendam banjir dan tiga jembatan mengalami rusak berat.

“Kita (Pemkab) bisa bekerja sama dengan perusahaan yang ada di sekitar pemukiman warga yang terdampak bencana minta bantuan alat berat sehingga dalam waktu dekat bisa dilakukan normalisasi, untuk meminimalisir terhadap bencana,” ujar Plt Bupati Solsel H Abdul Rahman.

Dalam peninjauannya ke lokasi bencana banjir pada Rabu, (19/2) H Abdul Rahman mengatakan, salah satu penyebab banjir karena meluapnya sungai batang garinggiang akibat curah hujan yang tinggi, Untuk itu saat ini respon cepat pemda adalah menormalisasi sungai garinggiang yang meluap.
Ia mengatakan, pemda akan bekerjasama dengan pihak perusahaan yang berada di sekitar lokasi bencana yang terdampak banjir, untuk ikut membantu normalisasi sungai.

Untuk jembatan yang rusak terdampak bencana, lanjutnya, akan diperjuangkan dalam jangka waktu menengah. “Untuk jembatan yang rusak, akan diperjuangkan perbaikannya dalam waktu kedepannya, tentunya tidak bisa satu tahap,”ungkapnya.

Pada kunjungan ke lokasi bencana itu, Plt Bupati menyerahkan bantuan berupa beras, mie instan, air mineral, family kit, dan lainnya yang dibutuhkan cepat oleh warga yang terdampak bencana. ”Alhamdulillah kita sudah menyerahkan bantuan dari Dinas Sosial kepada para korban yang terdampak, semoga itu dapat meringankan beban masyarakat yang terkena bencana,” sebutnya.

Sementara itu, Plh Wali Nagari Talao Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Apriwes menyebutkan, bahwa hujan deras yang mengguyur wilayahnya sejak  Selasa (18/2) sore mengakibatkan melupanya sungai Batang Garinggiang. “Hujan deras mulai melanda daerah kami sejak Selasa setengah tujuh malam, dan banjir mulai meluap mulai jam 21.30 WIB dan jam 01.00 WIB baru mulai surut,” tuturnya.

Dikatakan, air sempat membanjiri rumah warga hingga setingginlutut orang dewasa. Namun banjir itu tidak menimbulkan korban. ”Tidak ada korban jiwa, hanya saja ada satu warga kita yang terluka, akibat terjatuh didepan rumah saat mau mengevakuasi diri, semuanya sudah tertangani. Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah kabupaten,” pungkasnya. (afr)