PASAMAN, METRO–Acara syukuran dan pesta rakyat Kabupaten Pasaman, ternoda. Sekitar 43 warga Lubuksikaping, tiba-tiba mengeluh mual dan muntah setelah menyantap nasi bungkus yang disediakan panitia, Sabtu (26/3). Diduga warga keracunan.
Sedikitnya, 17 ribu nasi bungkus yang disediakan oleh panitia syukuran dan pesta rakyat ludes disantap ribuan massa yang datang dari berbagai penjuru daerah itu. Selain itu, panitia juga menyediakan puluhan jajanan gratis dari 120 pedagang kaki lima (PKL). Anehnya, seluruh korban yang mendadak sakit hanya berasal dari Kecamatan Lubuksikaping, yakni warga Sundatar, Pauah dan Tanjung Beringin.
”Tidak ada laporan keluhan mual, muntah dan sakit perut, sebagaimana derita puluhan korban yang dirujuk ke ruang IGD RSUD Lubuksikaping, malam itu,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Pasaman, Desrizal.
Menurut Desrizal, petugas sudah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab puluhan warga mendadak sakit perut. Korban mengaku tiba-tiba mual dan muntah setelah menyantap nasi dengan lauknya sambal telur goreng.
”Kasus ini sedang dicari penyebabnya. Tapi yang jelas itu bukanlah keracunan. Sisa makanan yang dikonsumsi korban sudah kita kantongi untuk dijadikan sampel untuk diuji di laboratorium,” kata Desrizal.
Desrizal berharap, para awak media bijak dalam menyikapi peristiwa itu. Dinas Kesehatan tidak akan menutupi informasi apapun terhadap suatu peristiwa yang terjadi di acara pesta rakyat.
Sementara Plt Direktur RSUD Lubuksikaping dr Arnida mengatakan, sebanyak 43 pasien sempat dirawat pada Sabtu malam. Namun, 5 pasien lagi masih dirawat intensif.
“Dari 43 pasien yang dirawat Sabtu malam, sekarang hanya tinggal lima orang. Siang ini juga, kelima pasien itu sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya makin membaik,” katanya.
Dikatakan Arnida, seluruh biaya pengobatan pasien murni ditanggung panitia acara. Sementara seluruh pasien akan diobati hingga sembuh. “Seluruh pasien dilayani dengan baik, biaya pengobatan gratis. Panitia yang tanggung,” ujar Arnida.
Umumnya, kata Arnida, para korban berasal dari Lubuksikaping. Korban, mengeluh mual, muntah serta pusing sehabis menyantap nasi bungkus.
Salah seorang korban, Fajar (10) warga Sundatar mengatakan, selain menyantap nasi bungkus pemberian panitia, ia dan enam temannya pada acara itu juga menjajal makanan lain dari PKL yang diberi tanda khusus oleh panitia.
”Selain nasi bungkus, kami makan sate, jagung dan nasi goreng. Makanan itu gratis, kami pun makan semua. Tapi, yang sakit cuma saya,” ungkap Fajar.
Kapolres Pasaman AKBP Agoeng S Widayat mengatakan, aparat masih mencari penyebab puluhan warga Lubuksikaping, sakit mendadak dengan keluhan sama, yakni mual dan muntah. ”Saat ini belum bisa dipastikan para korban itu keracunan karena menyantap makanan yang dihidangkan panitia syukuran dan pesta rakyat atau lain hal,” kata Kapolres.
Kemarin, penyidik Polres sudah meminta keterangan dari saksi dan korban. Korban mengaku mengalami mual dan muntah setelah menyantap nasi bungkus dengan sambal telur goreng.
Pantauan POSMETRO, peristiwa mual dan muntah pertama kali dikeluhkan oleh empat warga Koto Tinggi, Nagari Sundatar, Kecamatan Lubuksikaping. Jumlah itu terus bertambah. Hingga pukul 20.30 WIB, korban baru mencapai 11 orang, 8 anak-anak dan tiga orang dewasa. Semakin larut, warga yang mengeluh sakit usai menyantab nasi bungkus di acara itu semakin bertambah banyak.
Dari kediamannya, malam itu juga, Bupati Pasaman Yusuf Lubis, menyambangi langsung para korban di ruang IGD RSUD tersebut. Kepada para korban, bupati Yusuf Lubis meminta maaf atas peristiwa itu. Ia pun meminta, agar para korban ditangani khusus dan tidak dibebaskan pungutan biaya. (y)





