BERITA UTAMA

Pengusaha Rental Tewas Gantung Diri

0
×

Pengusaha Rental Tewas Gantung Diri

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–Diduga stres, seorang pengusaha rental nekat mengakhiri dirinya dengan cara gantung diri mengunakan seutas kawat di dalam kamar rumahnya, di kawasan Anak Aia Dalam RT 13 RW 17, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Kototangah, Rabu (23/3) sekitar pukul 08.00 WIB.
Penemuan jenazah pengusaha rental yang diketahui bernama Tasrif (48) ini, berawal saat anak bungsunya masuk ke rumah pulang bermain pagi itu. Dia kaget saat melihat ayahnya tergantung di kusen pintu kamar dengan lidah menjulur.
Ketakutan, si bungsu yang bernama Lazura (6) ini lantas memberitahu kakaknya, Suci (20). Laporan sang adik sontak membuat shock dan memastikan ke dalam rumah. Benar saja, sang bapak sudah ditemukan tergantung kaku dengan seutas kawat menjerat leher.
Mereka langsung lari keluar rumah dan memberitahu warga. Seketika, rumah korban dipadati warga yang saat itu tengah sibuk membersihkan rumah mereka usai banjir. Saat masuk ke dalam rumah, lumpur sisa banjir masih terlihat di semua bagian.
“Saya tidak menyangka bapak melakukan tindakan ini. Padahal, selama ini kami diterpa cobaan, bapak masih terlihat tabah,” ucap Suci sembari menangis.
Disebut Suci, sebelum terkena banjir, rumahnya juga pernah dimasuki maling hingga mengalami kerugian puluhan juta. Memang, sejak saat itu tampak perubahan dari perilaku sang bapak, yang awalnya ceria, sudah sering bermenung dari kebingungan.
“Kami harap bapak tenang di sana. Kami semua berduka dan tidak menduga bapak meninggalkan kami dengan cara seperti ini,” katanya.
Sementara Ketua RT Nasrul (48), mengaku tidak menyangka kejadian itu. Dia mendapat laporan dari Suci, anak korban kalau Tasrif yang dikenal suka bergaul itu meninggal gantung diri. “Saya langsung hubungi polisi agar mengevakuasi korban dan mengamankan lokasi. Sebab, saat informasinya tersiar, warga langsung memadati lokasi,” tuturnya.
Kapolsekta Kototangah Kompol Jon Hendri membenarkan tentang penemuan warga gantung diri tersebut. Saat ditemukan, korban sudah tidak bernyawa dengan leher terjerat kabel kawat sepanjang lebih kurang dua meter dan mengenakan baju warna belang-belang coklat putih, celana warna hitam panjang di dalam kamar.
“Mendapatkan informasi tersebut, kita langsung melakukan pengamanan di lokasi kejadian, kemudian identifikasi oleh Unit Identifikasi Polresta Padang, lalu mencatat saksi-saksi,” ucapnya didampingi Kanit Reskrim, Iptu M Nali dan Iptu Harmon (Kanit Intelkam).
Setelah itu, petugas langsung mengevakuasi korban dan membawa jenazah korban ke RS Bhayangkara Polda Sumbar, tapi ditolak pihak keluarga. Mereka meminta dilakukan visum luar saja. “Keluarga korban minta visum luar dengan surat pernyataan dan kita datangkan pihak Puskesmas Kototangah,” tuturnya.
Pemeriksaan sementara, korban ini mengakhiri hidupnya lantaran stres dengan cobaan hidup yang bertubi-tubi diterimanya. Pertama, dia usai menjadi korban perampokan dengan kerugian puluhan juta, setelah itu rumahnya pun dimasuki lumpur dan air saat banjir. “Kita tidak bisa memastikan, itu hanya dugaan sementara,” pungkas Kapolsek. (age/r)