METRO PADANG

Penas KTNA XVI Gagal di Padang, Pemilik Rumah Berharap Pemko Beri Kompensasi

0
×

Penas KTNA XVI Gagal di Padang, Pemilik Rumah Berharap Pemko Beri Kompensasi

Sebarkan artikel ini

AIAPACAH, METRO – Kegagalan Kota Padang menjadi tuan rumah Pekan Nasional (Penas) KTNA 2020 di Kota Padang menyisakan kekecewaan bagi warga kota, terutama yang rumahnya sudah didata sebagai penginapan tamu. Tidak hanya sebatas kecewa, mereka sudah mengeluarkan dana untuk melakukan rehabilitasi terhadap rumah yang btelah direhab.
“Kami sudah sudah repot-repot memperbaiki rumah, dengan mengeluarkan dana belasan juta, tapi tiba-tiba Penas KTNA 2020 gagal dilaksanakan di Padang,” ujar Ricki Andersen, yang rumah ikut didata sebagai penginapan tamu Penas Tani dan Nelayan XVI Tahun 2020, kepada POSMETRO, Kamis (12/12).
Dituturkan Ricki, untuk melakukan rehabilitasi rumah tersebut mereka merogoh kocek lebih kurang Rp15 juta. Mulai dari melakukan acian terhadap dinding, teras, sekat ruangan. Tapi, tak angin tak hujan, tiba-tiba Kota Padang gagal sebagai lokasi pelaksana Penas 2020.
Anehnya, sebelum headline di media cetak, pihak kelurahan mengatakan untuk penginapan hanya disekitar Aiapacah saja.
Namun, beberapa hari kemudian heboh di media masaa, jika Penas Tani dan Nelayan gagal dilaksanakan di Kota Padang dan beralih lokasi ke Kabupaten Padangpariaman.
“Spontan kami menjadi kecewa, kesal bercampur emosi,” ujar Ricki, warga RT 2/4 Kelurahan Ampang, Kecamatan Kuranji.
Kekecewaan yang sama juga dilontarkan Ujang (58), warga Ampang. Ia menyesalkan berpindahnya lokasi Penas dari Kota Padang ke Padangpariaman. Sebelumnya, ia optimis sekali membenahi rumahnya dengan dua kamar. Karena usai didata, dia menjadi salah warga yang rumahnya bisa menampung tamu Penas sebagai penginapan.
“Ternyata Penas itu digagalkan karena ketidaksiapan Kota Padang sebagai lokasi penyelenggara. Akibatnya, kami terpaksa gigit jari,” ujar Ujang.
Sekarang, baik Ricki maupun Ujang berharap Pemko Padang memberikan kompensasi kepadanya, karena telah merugi untuk merehab rumahnya. Setidak tidaknya sekadar paantokan tangih.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syahrial Kamat, mengatakan Padang masih optimis Penas Tani dan Nelayan tetap diadakan di ibukota provinsi ini. Sekarang, pihaknya masih menjajaki pembicaraan dengan Gubernur Sumbar dan Bupati Padangpariaman.
Hal ini diungkapkan Syahrial Kamat saat ditanya wartawan terkait nasib sekitar 4.000 rumah-rumah warga yang sudah lulus seleksi untuk penginapan peserta Penas Tani dan Nelayan XVI Tahun 2020.
“Saya tidak bisa berkomentar dulu soal rumah-rumah warga itu. Yang jelas kita masih tetap optimis dan berjuang,” kata Syahrial Kamat kepada wartawan di Media Center Balaikota, Aiapacah, Rabu (11/12).
Dalam waktu dekat, Pemko Padang akan mencoba berembuk lagi dengan gubernur, panitia nasional dan bupati Padangpariaman. Dari pertemuan itu, nantinya dipaparkan lagi kesiapan yang telah dilakukan Pemko Padang untuk Penas Tani.
Dari pertemuan itu, kata Syahrial, berkemungkinan diperoleh tiga opsi. Yakni, Pasang kembali ditetapkan sebagai taun rumah Penas. Kemudian, opsi kedua, Kabupaten Padangpariaman dinyatakan sebagai daerah penyelenggara 100 persen. Atau Padang dan Padangpariaman sebagai penyelenggara dengan dengan persentase keterlibatan maaing-masing 50:50 persen.
“Ini tidak adil. Makanya, kita mencoba meyakinkan kembali pemerintah pusat dan gubernur. Kalau ingin Penas Tani sukses di Sumbar, tentu Kota Padang harus dilibatkan,” ulas Syahrial ang baru dilantik Selasa lalu.
“Pemondokan sudah siap. Sementara, Padangpariaman belum. Apalagi sebaran rumah di sana masih jarang-jarang. Kita juga punya hotel yang banyak dan bisa menampung peserta pendamping yang butuh hotel, transportasi seperti Gojek, go-car, travel. Tidak hanya itu, kalau presiden nanti datang. Saya rasa banyak hal yang perlu dikomunikasikan lagi. Apalagi soal anggaran yang sudah ketuk palu,” lanjutnya. (boy/tin)