SOLSEL, METRO Sepanjang Sabtu (7/12), masyarakat di Kabupaten Solok Selatan (Solsel) kembali was-was, karena curah hujan tidak henti-henti dari pagi, sore sampai malam. Apalagi, baru-baru ini warga baru saja didera bencana banjir bandang dan longsor.
Mengantisipasu potensi bencana alam tersebut, Wali Nagari Pakan Rabaa Timur Nasril, bersama tim penanggulangan bencana nagari kembali mengungsikan ratusan warganya saat tengah malam buta, Sabtu (7/12) sekitar pukul 23.30 WIB. Warga yang berada di daerah rawan longsor tiga jorong itu diungsikan ke tempat yang aman, karena curah hujan semakin tinggi sejak tiga hari belakangan itu.
Wali Nagari Nasril, tengah malam subuh mondar-mandir antar jemput ratusan warganya dengan menggunakan truk. Di tengah kepanikannya tengah malam yang sunyi itu mengevakuasi warganya.Wali Nagari sempat juga berkoordinasi dengan media ini.
“Malam da, tapaso warga Sapan Salak dievakuasi tangah malam ko Da, karano hujan dak baranti-ranti, warga trauma, bisa Uda bantu kabari urang BPBD tambah oto da,” pintanya malam itu.
Karena sudah larut malam media sudah mencoba menghubungi sejumlah instansi terkait, namun tidak bisa dihubungi.
Informasi yang diterima media tengah malam itu dari Wali Nagari, bahwa hujan yang turun sejak tiga hari itu tidak henti hentinya di kawasan pasca bencana, sejumlah warga di Jorong Sapan Salak, Manggih dan Sapan Batu malam sempat juga histeris melihat curah hujan dan warga minta diungsikan.
Apalah daya malam itu, semua hampir panik, semua personil nagari dikerarahkan malam itu. “Kita tidak boleh panik kata Nasril menghibur anggotanya, yang penting malam ini warga harus diungsikan ke Balai Balai Adat Jorong Ladang Kongsi,” ujarnya.
Suara gemuruh di beberapa bukit yang sudah diprediksi retak membuat panik warga malam itu. Sementara malam itu jalan menuju Jorong Sapan Salak tidak lagi bisa dilewati, karena sudah ditimbun lumpur dan bebatuan. Berkat semangat dan rasa kepedulian wali nagari, masyarakat lainnya, hampir dua ratus orang warga malam itu berhasil diungsikan ke tempat lebih aman.
Wali Nagari Nasril yang didampingi ketua Bamus Nagari sangat berharap kepada pemerintah daerah, provinsi maupun pusat.
“Langkah apa yang harus dilakukan lagi, sudah bertubi-tubi bencana di daerah ini bahkan ini bencana yang paling lama dan terparah membuat warga kami menjadi trauma,” ujarnya. (*/afr)





