ilustrasi
DHARMASRAYA, METRO–Kawasan rampok bersebo lengkap dengan senjata kembali beraksi di Dharmasraya, Kamis (17/3) sekitar pukul 03.00 dinihari WIB. Komplotan rampok berjumlah enam orang itu, menggasak rumah pasangan suami istri (pasutri) di Jorong Lubuk Lesung, Nagari Pulau Mainan, Kecamatan Koto Salak.
Selain menganiaya korban, pelaku juga berhasil mengasak sejumlah barang berharga. Karugian ditaksir Rp 200 juta. Perampokan berawal saat itu, korban Suratno (52) bersama istrinya sedang tidur di kamar. Mendengar ada suara pecahan kaca korban terbangun. Dia langsung bangkit dari tidur dan keluar dari kamar untuk memastikan asal pecahan kaca tersebut.
Saat itu pula korban terkejut. Dia melihat ada enam orang pria tak dikenal masuk ke dalam rumah dengan menggunakan penutup kepala (sebo). Korban langsung ketakutan saat pelaku mendekatinya. Masing-masing pelaku dilengkapi sejanta. Mulai dari senjata api, linggis, martil serta senjata tajam lain.
Yang lebih mengerikan, Suratno bersama istrinya diancam dengan senjata api. Bahkan, mereka sempat dipukuli pelaku dan memaksa agar menyerahkan uang, perhiasan dan barang berharga lainnya. Usai di ancam, Suratno bersama istrinya dikunci dalam kamar. Akibat penganiayaan tersebut, korban dan istrinya mengalami sejumlah luka di tubuhnya.
Saat korban terkunci di dalam kamar, pelaku pun mengobrak-abrik isi rumah. Mereka pun berhasil mendapatkan 300 gram emas murni, uang tunai sebesar Rp45 juta, dan 1 unit HP.
Setelah berhasil menguras harta benda korban, pelaku langsung meninggalkan rumah dan kabur dengan mengendarai sepeda motor. Bahkan sebelum keluar rumah, pelaku sempat menembakkan senjata api sebanyak dua kali ke atas hingga membuat loteng kamar korban berlobang.
Kapolres Dharmasraya AKBP Lalu Muhammad Iwan Mahardan, melalui Kapolsek Koto Baru AKP Yanto membenarkan perampokan di rumah pasutri tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap enam pelaku perampokan,” ungkap Yanto.
Hingga kemarin, Polsek Koto Baru dan Polres Dharmasraya masih melakukan pengembangan di lapangan untuk melacak keberadaan pelaku. Aparat berharap kepada masyarakat agar lebih waspada lagi, khususnya jika bertemua dengan orang tak dikenal. (da)





