BERITA UTAMA

Beraksi 14 TKP, Sindikat Curanmor L-300 Terbongkar

0
×

Beraksi 14 TKP, Sindikat Curanmor L-300 Terbongkar

Sebarkan artikel ini

ilustrasi
LIMAPULUH KOTA, METRO–Sindikat curanmor mobil L-300 terbongkar. Beraksi di 14 tempat kejadian peristiwa (TKP) di Sumbar, aktor utama komplotan ini dibekuk jajaran Polres Limapuluh Kota, Senin (14/3) malam.
Satu pelaku, ADS alias DD alias ID (41) dibekuk aparat di Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. ADS dikenal sebagai eksekutor paling lihai saat beraksi. “Pelaku spesialisi pencuri mobil L300, sudah beraksi di beberapa lokasi kabupaten/kota di Sumbar. Jaringan pelaku ini juga menyebar,” ungkap Kapolres AKBP Bagus Suropratomo, Selasa (15/3).
Terhentinya petualangan ADS ini, berawal ketika polisi menerima laporan pencurian mobil L-300, milik Marlis, pedagang gambir di Jorong Rumbai, Nagari Lubuakalai, Kecamatan Kapur IX, Limapuluh Kota, pada 19 Oktober 2015.
Hampir lima bulan diselidiki, Senin (14/3) sore, anggota Opsnal Satreskrim menerima informasi, jika pelaku pencurian mobil L-300 di Kapur IX, tengah berada di kediaman orangtuanya, di Jorong Subarang, Taram, Kecamatan Harau.
”Ada informasi yang menyebut salah satu pelaku ada dikediaman orangtuanya. Aparat langsung melakukan mengintai pelaku di sana,” ujar AKBP Bagus didampingi AKP Dicky Fertoffan Bachriel (Kasat Reskrim).
Penangkapan ADS dipimpin Kanit Operasional Satreskrim Brigadir Polisi Kepala Yendri Z. Sebelum menangkap pelaku, polisi sudah cukup lama mengintai jejaknya. Setelah melakukan pencurian di Kapur IX, ADS jarang pulang ke Taram.
Saat ditangkap polisi, ADS pasrah. Tidak ada perlawanan. ”Sebelum ditangkap, saya sudah memiliki firasat jika polisi telah mengetahui keberadaan saya. Ternyata, saya memang ditangkap juga,” ungkap tersangka saat menjalani pemeriksaan di Mapolres.
Sementara Kasat Reskrim Dicky Fertoffan Bachriel, menjelaskan saat mencuri mobil L-300 di Kapur IX, ia beraksi bersama dua temannya, yakni RP (44) dan RNS (38). “RP sudah ditahan oleh Polres Agam karena kasus pencurian sepeda motor. Tapi tidak ada rangkaiannya dengan tersangka ADS. Sementara, RNS, rekan ADS, masih dalam pengejaran,” jelasnya.
Selain melakukan pencurian mobil L-300 di Kapur IX, sindikat ADS juga pernah beraksi di dua TKP lainnya di wilayah hukum Limapuluh Kota. Rinciannya, pada 2 November 2015 di Limbanang, Suliki dan 16 Januari 2016 di Tanjuang Bungo.
Di Limbanang, mobil L-300 yang dicuri masih provit (plat pabrik). Sementara di Tanjuang Bungo, sindikat ADS mencuri mobil korbannya yang bernomor rangka MHML300 PJR284153.
11 TKP
Tidak hanya melakukan pencurian mobil di 3 TKP dalam wilayah hukum Limapuluh Kota, pengakuan ADS yang dikorek penyidik Satreskrim juga disebutkan, dia dan kawan-kawannya sesama pencuri juga pernah beraksi di 11 TKP lain di luar Limapuluh Kota.
”Ada 11 TKP lain, yang menjadi lokasi pencurian mobil L-300. Mulai dari Payakumbuh, Tanahdatar, Bukittinggi, Agam, Padangpariaman, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok dan diduga masih ada beberapa daerah lain,” terang AKP Dicky Fertoffan.
Khusus untuk wilayah hukum Polres Payakumbuh, Kapolres menyebut, jaringan curanmor L-300 ADS beraksi di 3 TKP. Melingkupi Andaleh, Kecamatan Luhak, Tiakar Payakumbuh Timur dan di Talawi, Kecamatan Payakumbuh Utara.
”Di Kecamatan Luhak yang wilayah administratifnya masuk Limapuluh Kota dan wilayah hukumnya tergabung di Polres Payakumbuh, pelaku melancarkan aksi pencurian pada Oktober 2015,” ulas Kapolres.
Sedangkan di Tiakar, sindikat ADS melakukan pencurian pada Januari 2016 dan terakhir di Talawi, Payakumbuh Utara sekira bulan September 2015. Biar begitu, polisi di mengaku, masih melakukan penyidikan yang mendalam, terkait keterangan tersangka.
”Kami akan terus menelusuri jaringan dan barang bukti ranmor L-300 yang sudah dijual tersangka. Sore ini, tim sudah bergerak ke beberapa daerah,” imbuh Kapolres.
Dijual Keluar Sumbar
Sementara itu, tersangka ADS mengaku, seluruh barang bukti mobil dijual ke kawasan Kerinci, Riau. Satu unit mobil hasil curian, biasanya dijual berkisar Rp15 juta hingga Rp20 juta.
Menarik dalam penangkapan ADS, polisi menemukan fakta, jika jaringannya tersebar di banyak daerah. Untuk wilayah Payakumbuh-Limapuluh Kota, ADS adalah pimpinannya.
Sementara di daerah lain, juga ada beberapa nama yang menjadi petinggi penjahat kendaraan bermotor tersebut. Walau demikian, ADS dipercaya oleh seluruh kawan-kawannya sesama curanmor L-300, menjadi eksekutor dalam setiap pencurian.
”Tersangka ADS ini, punya keahlian membuka paksa pintu mobil dan menyalakan mesin dalam keadaan terkunci. ADS punya teknik khusus, menyalakan kontak. Ini tidak dimiliki kawan-kawannya,” tegas Kapolres Bagus. (ben)