METRO PADANG

Wujudkan Keamanan Pangan untuk Melindungi Masyarakat

0
×

Wujudkan Keamanan Pangan untuk Melindungi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Saat ini banyak muncul kasus-kasus keracunan bahan pangan yang berasal dari produk-produk pertanian segar. Produk tersebut ada yang dari dalam negeri maupun produk impor. Keamanan pangan harus menjadi perhatian serius semua pihak untuk melindungi masyarakat dari dampak kesehatan yang ditimbulkan.

Hal tersebut disampaikan Asisten II Setdaprov, Benny Warlis yang mewakili Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, saat membuka Workshop Keamanan Pangan di salah satu hotel di Padang, Rabu (27/11).
Workshop Keamanan Pangan ini terselenggara sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Peringatan Hari Pangan se-Dunia ke-39 dan Lustrum ke-XIII Fakultas Pertanian Universitas Andalas (FPUA).
Benny mengungkapkan, berdasarkan data Dinas Pangan Provinsi Sumbar, hasil uji laboratorium pangan segar, pangan jajanan anak sekolah setiap tahunnya masih saja ditemui kandungan zat berbahaya seperti borax, formalin dan lainnya. Bahkan penggunaan zat tersebut melebihi ambang batas dibolehkan untuk beberapa zat BTP (Bahan Tambahan Pangan).
Secara global, data WHO yang disampaikan dalam kongres International Forum on Food Safety and Trade di Genewa, Swiss pada April 2019, setidaknya 600 juta orang, atau satu dari 10 orang di seluruh dunia jatuh sakit karena kontaminasi makanan setiap tahun.

“Sebanyak 420 ribu jiwa diantaranya meninggal termasuk 125 ribu anak-anak di bawah usia 5 tahun. Bahan makanan tersebut terkontaminasi oleh bakteri, virus, parasit, racun, dan residu kimia,” ungkap Benny.
Data tersebut menjadi perhatian Pemprov Sumbar saat ini. Bersama instansi terkait lainnya, termasuk pemerintah kabupaten/kota, Pemprov Sumbar terus berupaya bagaimana keamanan pangan bisa diwujudkan. Berbagai program, inovasi dan sosialisasi terus digencarkan, termasuk melakukan pengawasan keamanan pangan.
Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumbar, H. Ir. Efendi, MP, menyebutkan, pengawasan keamanan pangan perlu dilakukan secara terkoodinir melibatkan berbagai instansi.
“Perlu dibentuk Tim Terpadu Pengawasan Keamanan Pangan yang beranggotakan instansi terkait,” tegasnya.
Selain pengawasan, juga perlu dilakukan sosialisasi secara maksimal ke seluruh lapisan masyarakat dan sekolah-sekolah. Dengan begitu cepatnya perkembangan informasi saat ini, menurut Efendi, kesadaran masyarakat terhadap makanan sehat, bermutu dan halal semakin hari semakin meningkat.
“Meskipun demikian, sosialisasi tetap terus dilakukan dan digencarkan,” kata Efendi.

Baca Juga  Wako Padang: Hukum Berat Pelaku Rudapkasa Anak!

Dekan FPUA Dr. Munzir Busniah mengatakan, para akademisi terkait menaruh perhatian yang cukup serius terhadap keamanan pangan di tengah pengaruh global yang deras masuk negeri ini. “Secara keilmuwan perhatian terhadap keamanan pangan ini meliputi kegiatan atau proses menghasilkan (produksi), menyiapkan, mengolah, membuat, mengawetkan, mengemas kembali, dan atau mengubah bentuk pangan,” ujarnya.

Munzir juga menegaskan, keamanan pangan itu hanya benar-benar terwujud, jika semua pihak, termasuk perguruan tinggi terlibat.
“Kita terus menyosialisasikan keamanan pangan dan perguruan tinggi dalam menerjemahkan Tri Darma Perguruan Tinggi juga terus mengapungkan ini,” terang Munzir.
Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan pada Dinas Pangan Sumbar, Buskar Zulmahdi menambahkan, workshop ini dilaksanakan memeringati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39. Tema HPS tahun ini “Menjadikan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia pada 2045”.
 
“Sebagai lumbung pangan tentu tidak hanya berfikir kepada ketersediaannya saja, tapi keamanan pangannya juga,” ujarnya.
Workshop juga memeringati Lustrum ke-13 Fakultas Pertanian Universitas Andalas, dimana pangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat adalah hasil dari pertanian, keamanan pangan tentu sudah harus diperhartikan mulai proses penanaman sampai kepada pengolahan yang akhirnya dikonsumsi oleh masyarakat.
Workshop yang diikuti kalangan perguruan tinggi, bupati/walikota dan dinas terkait provinsi dan kabupaten/kota itu, menghadirkan narasumber Dr. Roy Alexander Sparinga (Ketua Asosiasi Keamanan Pangan Indonesia), Hilda Murni (Balai Besar POM), Prof. Dr. H. Musliar Kasim (FPUA) dan Dr. Deni Elnovriza (Fakesmas Unand). Pada kesempatan itu, juga ditandatangani naskah kerja sama Dinas Pangan Sumbar dengan Fakultas Pertanian Unand tentang peningkatan keamanan pangan di Sumbar. (**)

Baca Juga  Sumbar Ekspo 2025, Wujud Ruang Produk UMKM Lokal Naik Kelas