PDG. PARIAMAN, METRO – Masyarakat Korong Lubuak Napa, Nagari Batu Kalang, Kecamatan Padang Sago, menyayangkan tidak adanya respon Pemerintah terhadap upaya perbaikan jembatan Lubuk Napa yang putus hampir setahun yang lalu.
Masyarakat menilai, pemerintah setempat kurang memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan warga saat ini. Pada hal jembatan Lubuk Napa itu merupakan jembatan penghubung Padang Sago dengan jalan Simaka (Sicincin-Malalak-Balingka).
Dulu, jembatan Lubuk Napa tersebut putus bersamaan dengan putusnya jembatan Kayutanam. Namun sampai hari ini, jembatan Lubuk Napa terkesan dibiarkan begitu saja.
Sementara jembatan Kayutanam yang letaknya di jalur jalan utama, langsung direspon pemerintah. Sejak jembatan itu putus, upaya perbaikanmnya hanya hitungan beberapa bulan saja. Saat ini jalur utama Sicincin- Bukittinggi itu telah dibangun baru.
Semenjak putusnya jembatan Korong Lubuak Napa, masyarakat yang melintas hanya melalui jembatan darurat yang terbuat dari kayu. Hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Jika tidak hati-hati, bisa berakibat fatal terhadap masyarakat yang melintasi jalur tersebut.
“Tidak ada upaya perbaikan sedikitpun dari pemerintah. Agar tetap bisa dilewati, masyarakat membuat jembatan darurat dari batang kelapa dan dilantai dengan papan. Hanya bisa dilewati kendaraan roda dua,” kata Rama warga Panco Ruyuang, Senin (25/11).
Karena sudah lama dipakai, jembatan darurat yang dibangun berdasarkan swadaya masyarakat itu pun mulai lapuk termakan usia. Kondisinya sangat memperhatinkan.
“Kita takut, karena jembatan itu persis letaknya tidak jauh dari SMA N 1 Padang Sago, dan selalu dilewati siswa dan masyarakat, kalau tidak secepatnya diperbaiki, akan makan korban,” katanya.
Purnam Hadi warga lainnya juga menyampaikan keluhannya tentang belum dibangunnya jembatan tersebut. “ Entah kapan pemerintah bagain jembatan itu, masyarakat sudah sangat mebutuhkannya,” ungkapnya.
Dia bersama warga lainnya menaruh harapan besar kepada pemerintah agar jembatan itu segera diperbaiki.
“ Saat ini masyarakat yang mengunakan kendaraan roda empat terpaksa mencari jalan alternatif untuk bisa sampai ke Lubuk Tano dan ke Pasar Tandikat,” terangnya.
Selain itu, lanjutnya, masyarakat yang bisa membawa hasil tani melewati jalur ini terpaksa mencari jalan alternatif atau memutar ke jalan lain yang jaraknya cukup jauh.
Dengan belum diperbaikinya jembatan tersebut, masyarakat sangat kesulitan untuk membawa hasil taninya. “Menggunakan keranjang saja dengan motor, tidak bisa melewati jembatan itu,” keluhnya. (z)





