LIMAPULUH KOTA, METRO – Dilanda hujan deras, Bukit 17 yang berada tepat di pinggir jalan lintas Sumbar-Riau runtuh menutupi badan jalan tepatnya di Jorong Koto Marapak, Nagari Persiapan Hulu Aie, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (23/11) sekitar pukul 20.00 WIB. Akibatnya lalu lintas kendaraan di ruas jalan penghubung dua provinsi itu lumpuh total.
Bebatuan bercampur lumpur dan kayu yang menutupi badan jalan sepanjang 15 meter dengan ketinggian 2 meter membuat kendaraan tidak bisa lewat sama sekali. Bahkan, karena tidak adanya jalur alternatif membuat pengendara terjebak macet dan tepaksa menunggu semalaman di lokasi menunggu proses pembersihan selesai.
Minggu pagi (24/11), akses jalan kembali bisa dilalui kendaraan, setelah petugas gabungan melakukan pembersihan material longsor menggunakan manual dan juga menggunakan alat berat.
Kasat Lantas Polres Limapuluh Kota, AKP Erman mengatakan, macet panjang terjadi lantaran tidak ada jalan alternatif untuk menghindari titik longsor di Bukit 17. Sehingga kenderaan terpaksa menunggu evakuasi material longsor selesai di titik timbunan longsor. Kenderaan lebih memilih menunggu evakuasi material dari pada harus putar balik ke jalur Teluk Kuantan.
“Macet total. Karena material longsor menutupi badan jalan. Kita kerahkan personil kekuatan penuh untuk mengamankan arus lalu lintas. Kondisinya kendaraan sudah bertumpuk baik dari arah Riau maupun dari arah Sumbar. Sekitar tujuh sampai delapan jam pembersihan, akses jalan kembali normal,” AKP Erman, kepada wartawan.
Kepala BPBD Limapuluh Kota Jhoni Amir mengatakan, kejadian longsor dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi mengakibatkan runtuhnya Bukit 17 di pinggir Jalan Provinsi Sumbar-Riau. Longsor sepanjang 15 meter dengan material tanah bebatuan dan pohon itu menimbun seluruh badan jalan.
“Kita dibantu Kodim, Polres Limapuluh Kota, Dinas PUPR, KSB dan Masyarakat bergerak cepat melakukan evakuasi material longsor. Dengan menggunakan satu unit alat berat dan mesin chainsaw, material terdiri dari tanah dan kayu berhasil disingkirkan dari badan jalan,” ungkapnya.
Disaat bersamaan dengan longsor, beberapa pohon tumbang juga terjadi dan menghambat jalur Sumbar-Riau di daerah Koto Alam, meski begitu Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Limapuluh Kota bergerak cepat melakukan pembersihan material pohon tumbang. Selain itu, dampak bencana juga ambruknya Bronjong penahan dinding jalan.
“Bupati mengingatkan kesiapsiagaan terhadap bencana. Karena musim hujan dan longsor,” disampaikan Jhoni Amit.
Longsor menimbun Badan jalur Propinsi Sumbar-Riau bukan kali ini saja terjadi. Bahkan, sudah berkali-kali dan dari Ulu sampai Pangkalan, Jalan Sumbar-Riau rawan logsor. Sedangkan dari Pangkalan sampai perbatasan Sumbar-Riau, Kampar, rawan terjadi jalan ambruk yang mengakibatkan arus transportasi putus total hingga berhari-hari. (us)





