PADANG, METRO–Bau asap membangunkan Nuzul Alinda (50) dari tidur lelapnya. Saat keluar kamar ia sudah melihat seisi ruang dipenuhi kepulan asap. Panik, dia pun berteriak minta tolong hingga membangunkan tetangga. Api terus membesar ketika seisi rumah di Jalan Ujung Pandan No 164 G, Kelurahan Olo, Kecamatan Padang Barat itu, berusaha menyelamatkan diri.
Pekikan dan teriakan minta tolong akhirnya membangunankan warga Jalan Ujung Pandan, Kamis (10/3) dini hari tersebut. Sementara, di dekat lokasi tersebut api terlihat sudah melahap dua unit rumah semi permanen. Kepanikan bertambah saat warga mengetahui ada dua wanita masih tertidur dalam rumah. ”Tolong… tolong… tolong.. ada yang masih tertinggal di dalam rumah,” begitu teriakan warga.
Api terus berkobar dan menjilati bangunan rumah. Warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Dua unit rumah bangunan lama yang terdiri dari satu petak bengkel dan enam petak yang dijadikan kost-kostan tersebut hangus dilahap api dengan sekejap. Selain itu, lima kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 24 jiwa kehilangan tempat tinggal.
”Saya tidak tahu kalau ada anak kos yang masih di dalam rumah. Saya dan warga pun berusaha memadamkan api dengan cepat, tapi apa daya pak. Api membesar dengan cepat dan seluruh bagian rumah dilahapnya,” tutur Nuzul.
Segala upaya pun dilakukan guna memadamkan api dengan cepat oleh warga, tapi sayang dua orang penghuni kost, yakni Mitra (20) asal Solok Selatan dan Rani (20) asal Pasaman Barat tidak dapat diselamatkan. Kedua wanita muda ini hangus terbakar di dalam sebuah kamar dengan kondisi memprihatinkan.
Sekitar 15 menit kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi, tapi tetap saja belum mampu menjinakkan api. Akhirnya, api berhasil dijinakkan sekitar pukul 02.00 WIB setelah tujuh mobil damkar datang ke lokasi. Petugas pun sempat kesulitan mencari jenazah kedua korban karena sudah hangus dan sulit dikenali.
Terbakarnya dua penghuni kos yang merupakan pelayan di Plaza Andalas ini membuat buncah lokasi kejadian. Tak ayal, lokasi kebakaran ini langsung dipadati oleh masyarakat yang ingin melihat kebakaran itu secara langsung. Begitu juga dengan rekan korban, terdengar isak tangis bersahutan malam itu.
Sementara, Putriyeni (21), salah satu rekan korban menyebut, tidak menyangka jika saat kejadian masih ada dua temannya yang terjebak di dalam kamar. Saat itu, dia bersama beberapa rekan lain yang juga kos di Jalan Ujung Padan itu, berusaha keluar rumah setelah mendengar ada suara ribut dari luar. Dia sama sekali tidak mengetahui kalau dua rekannya yang dikenal suka bercanda itu masih terkurung di dalam kamar.
”Saya tidak tahu kalau mereka masih ada di kamar. Padahal saat kejadian, kami menyangka semua penghuni kos sudah keluar. Ternyata, teman kami jadi korban. Awalnya, kami tidak sempat mengenali keduanya lagi,” ratapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD & PK) Kota Padang, Dedi Henidal mengatakan, saat mendapatkan laporan dari masyarakat, dia langsung menurunkan personel. Petugas memang sempat kewalahan sebab, jarak rumah warga di lokasi terlalu dekat, ditambah lagi dengan ramainya massa yang melihat kejadian tersebut.
”Tapi akhirnya dalam waktu setengah jam dengan bantuan tujuh unit mobil pemadam, api bisa dijinakkan. Meskipun, kita tidak mampu menyelamatkan kedua korban,” tuturnya.
Ditambahkannya, sejauh ini pihaknya masih belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut. Namun, untuk kerugian ditaksir berkisar Rp300 juta. ”Saat api padam, kita langsung evakuasi jenazah keduanya ke rumah sakit,” papar Dedi.
Terpisah, Kapolresta Padang Kombes Pol Wisnu Andayana melalui Kapolsekta Padang Barat, Kompol Sumintak mengatakan, kedua korban ini ditemukan dalam satu kamar sudah meninggal dunia dalam keadaan hangus dan gosong. Kemudian, mayat kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk dilakukan visum.
Saat mengetahui ada kebakaran tersebut, pihak kepolisian pun, sebut Sumintak, langsung mendatangi TKP dan mengatur arus lalulintas untuk mengamankan laju mobil pemadam. “Setelah itu, kita bantu evakuasi korban, membawanya ke rumah sakit dan memberi police line di sekitar lokasi,” papar Sumintak. (age)





