METRO PADANG

Guru Hebat Guru Berkarakter

0
×

Guru Hebat Guru Berkarakter

Sebarkan artikel ini

SEBUAH kalimat bijak menyebutkan, “ Bila ingin melihat kualitas suatu bangsa maka lihatlah kualitas gurunya”.  Guru yang berkualitas adalah guru hebat dan guru hebat memiliki karakter yang baik, di mana perilakunya dapat ditiru peserta didik. Karakter  adalah cara berfikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas setiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup kehidupan keluarga, masyarakat , bangsa dan negara.
Karaktelrah yang menunjukan bagaimana seseorang bertingkah laku. sedangkan  pendidikan karakter mempunyai makna lebih tinggi dari pendidikan moral. Karena bukan sekadar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah. Lebih dari itu, pendidikan karakter menanamkan kebiasaan (habituation) tentang hal yang baik, sehingga peserta didik menjadi paham (domain kognitif) tentang mana yang baik dan salah, mampu merasakan (domain Afektif) nilai yang baik dan biasa melakukannya (domain perilaku).
Dengan demikian pendidikan karakter erat kaitannya dengan kebiasaan yang dilakukan terus menerus. Pembentukan karakter dilakukan melalui keteladanan, intervensi, pembiasaan yang konsisten dan penguatan. Pembentukan karakter pada siswa peserta didik hanya dapat dilakukan oleh guru-guru yang berkarakter pula. Penulis ingin menyampaikan bahwa ciri-ciri guru yang berkarakter .
Di antaranya adalah
1. Mencintai anak
Faktor  mencintai anak dengan segenap hati, mau tidak mau harus dimiliki oleh seorang guru. Ini adalah modal utama dari seorang guru.
Guru yang mencintai anak didiknya akan selalu berusaha  membahagiakan anak didiknya dengan proses belajar yang menyenangkan.
2. Memahami latar belakang sosial budaya peserta didik
Dengan memahami latar belakang peserta didik, guru  dengan mudah dapat  mengembangkan dan memilih  metode dan teknik mengajar.
Metode dan teknik mengajar yang tepat dapat mempermudah siswa dalam menyerap pengetahuan dan memahami nilai-nilai apa yang akan ditanamkan.
Pemahaman guru akan latar belakang siswa tidak boleh  melahirkan diskriminasi dalam proses pembelajaran namun harus  menghasilkan pengertian-pengertian yang mendalam bagi guru  dalam memandang siswanya sebagai individu-individu/pribadi yang unik dan memiliki ke khasnya tersendiri.
Di sini guru mengembangkan sikap menghargai  keberadaan setiap individu siswa bersama kelebihan dan kekurangannya.
3. Stabilitas emosi yang stabil
Seorang guru harus bisa mengendalikan emosi  saat berhadapan dengan peserta didik. Hal ini penting untuk mendukung terciptanya proses belajar -mengajar yang menyenangkan.
Muka yang ramah, tutur kata yang bersahabat  dapat menciptakan suasana belajar  nyaman tanpa  tekanan.
4. Memiliki daya motivasi
Guru yang berkarakter akan mampu meyakinkan para siswanya bahwa mereka memiliki potensi untuk berubah kearah yang lebih baik,  dapat beranjak dari kemiskinan dan kebodohan,  dan dapat hidup lebih baik dan sukses dimasa mendatang melalui belajar.
Motivasi kepada peserta didik harus terus menerus ditanamkan sehingga tumbuh kepercayaan diri dalam diri mereka bahwa mereka dapat menjadi orang yang hebat,mandiri , cerdas dan bermasa depan cerah.
5. Mencintai  profesi guru
Guru yang mencintai profesinya akan mencurahkan seluruh perhatian, keakhlian, dan intelektualitasnya untuk mengabdi dalam dunia pendidikan.
Ia akan berusaha semaksimal mungkin  berbuat yang terbaik untuk siswa-siswinya  dengan tekun dan teguh hati. Guru harus memiliki  loyalitas, tanggung jawab yang tinggi terhadap profesinya dan bertanggung jawab atas tercapainya  tujuan pendidikan yang hendak dicapai.
6. Tidak berhenti belajar
Di saat penulis belajar di Pondok Pesantren Batang Kabung sering mendengar ungkapan dari dari Buya H Idris Tuanku “kito kalau jadi guru kito harus labieh tuo semalam dari pado murid” .
Hal ini mempunyai makna yang sangat dalam untuk direnungi seorang guru hebat, bahwa guru akan terus belajar, belajar dan belajar, dan mampu mengikuti perkembangan jaman dan perkembangan ilmu pengetahuan sehingga  guru menjadi  sosok yang berilmu, cerdas dan berwawasan luas.
Satu hal yang tak kalah penting adalah, mengajarlah dengan sepenuh hati maka peserta didik pun akan belajar dengan senang hati dan anda adalah guru yang hebat untuk mereka. (Dafril Tuanku Bandaro/Guru MTsN 1 Kota Padang)
Catatan: Artikel ditulis dalam peringatan Hari Guru Nasional ke 74 tahun 2019