LIMAPULUH KOTA, METRO – Warga Jorong Pulutan, Nagari Koto Tua, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat yang ditemukan dengan kondisi tewas tenggelam dalam selokan, Jumat (22/11) sekitar pukul 17.00 WIB.
Salah seorang saksi mata bernama Ismail mengatakan, korban bernama Amril (53) yang merupakan warga Jorong Tiga Alur, Nagari Batu Balang, Kecamatan Harau. “Korban merupakan seorang pencari pisang dan pinang yang berkeliling dari kampung ke kampung untuk mencari pisang dan pinang tersebut. Mungkin mengalami pusing saat berjalan sehingga jatuh ke dalam selokan dan tenggelam,” ujar Ismail.
Dikatakannya, korban yang saat ditemukan mengenakan baju kaos merah dengan posisi tertelentang pertama kali terlihat oleh anak-anak yang sedang bermain sepeda disekitar selokan.
“Melihat ada sesosok orang tenggelam dalam selokan, ketiga anak tadi memberitahukan kepada saya yang tengah duduk di fondasi rumah berjarak 20 meter dari tempat kejadian penemuan korban,” ucap Ismail.
Mendapatkan informasi dari ketiga anak tersebut, Ismail yang saat itu juga sedang besama dua orang rekannya langsung menuju ke lokasi yang diinformasikan oleh anak-anak tersebut.
“Setelah saya bersama rekan saya sampai di lokasi ternyata yang disampaikan oleh anak tersebut benar ada seorang laki-laki tenggelam dalam selokan dalam posisi tertelentang. Tidak berapa lama informasi penemuan mayat seorang laki-laki tersebar di seluruh kampung Pulutan, termasuk pihak kepolisian,” pungkas Ismail.
Kapolres Limapuluh Kota AKBP Sri Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Anthon Luther, Sabtu (23/11) saat dikonfirmasi, membenarkan penemuan sesosok mayat dengan kondisi tenggelam di dalam selokan yang di temukan oleh warga.
“Memang benar ada seorang laki-laki ditemukan sudah meninggal dalam posisi tertelentang dalam Selokan. Dan setelah kita evakuasi dan dibawa ke-RSUD Adnan Wd Payakumbuh untuk divisum luar. Dari hasil visum yang dilakukan dokter Ari Fernando disaksikan keluarga tidak ditemukan ada tanda-tanda penganiayaan ditubuh korban,” ujar Anthon Luther.
Dikatakan oleh Kasatreskrim, berdasarkan keterangan saksi Ismail bahwa Ia sudah melihat kenderaan korban di pinggir selokan bersama barang bawaanya sejak pukul 14.00 WIB. Namun, Ismail tidak menaruh curiga dengan terparkiranya kenderaan dan barang bawaanya di lokasi.
“Ada saksi Ismail melihat kendaraan korban di lokasi sejak pukul 14.00 WIB. Dan dari keterangan keponakan korban bernama Hendra didapat keterangan bahwa pamannya, Amril mengidap sakit ayan. Atas kejadian ini pihak keluarga korban menerima dan tidak menginginkan pemeriksaan dalam atau autopsi,” jelas Kasat Reskrim.
Sementara itu Wali Nagari Batu Balang, Dasril Sofiadi kepada Camat Harau Andri Yasmen menyampaikan bahwa Amril memang warganya di Jorong Alur, Nagari Batu Balang. Amril, dikatakan wali nagari sehari-hari bekerja sebagai pencari pisang dan pinang. Dia juga sudah lama berpisah dengan istrinya.
Disampaikan wali nagari, jenazah Amril sudah sampai dirumah duka usai dilakukan visum luar di RSUD Adnan Wd Payakumbuh. Dan pihak kelurga menerima kematian korban setelah visum luas usai Maghrib, Jumat (22/11).
“Dari informasi pihak keluarga yang disampaikan kepada wali nagari, Amril memang memiliki riwayat sakit ayan. Sehingga diduga pusing saat melakukan pencarian pisang dan pinang saat sampai di lokasi,” sebut Camat Harau Andri Yasmen. (us)





