Gol Flavio Beck Junior ke gawang Kalteng Putra (21/11) pada menit ke-44 berefek besar bagi timnya, Semen Padang. Gol tersebut menjadi satu-satunya gol dalam laga di Stadion H. Agus Salim, Padang, yang berarti tambahan tiga poin untuk mereka.
Hasil tersebut membuat kans Semen Padang untuk keluar zona degradasi makin terbuka. Koleksi poin menjadi 27 dan saat ini nangkring di urutan ke-16. Tim berjulukan Kabau Sirah itu hanya terpaut satu poin dari Persela di batas aman terbawah, yaitu posisi ke-15.
“Hasil ini membuat kami semakin optimistis keluar dari zona degrdasi,” kata Eduardo Almeida, pelatih Semen Padang usai pertandingan.
Padahal, Eduardo sempat ketir-ketir lantaran di menit-menit awal pemainnya kurang baik dalam bermain. Namun, ia bisa bernafas lega setelah perlahan-lahan Dedi Hartono dkk. bisa tampil makin oke.
“Itu benar, kami bermain kurang baik. Namun setelah itu kami mengontrol jalannya laga dan mamapu memenangkan pertandingan,” ujarnya.
Selanjutnya, Semen Padang akan berhadapan dengan Persebaya pada Kamis, (28/11) mendatang, namun pertandingan tersebut akan di gelar di Stadion Batakan Balikpapan, sebab di markas Peserbaya sendiri masih tersangkut kasus insiden beberapa waktu lalu.
“Kami latihan kembali dan terus berusaha mengumpulkan poin di setiap laga,” ucapnya.
Dikubu Peserbaya Surabaya sendiri, kepindahan timnya bermain tersebut dikarenakan manajemen tim belum mendapat izin kembali menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo sebab insiden supporter lalu, Selasa (29/10)
Makanya, Persebaya berusaha mencari stadion lain untuk menjamu Semen Padang dalam pekan ke-29 Shopee Liga 1 2019, Kamis (28/11). Rencananya, duel itu bakal digelar di Stadion Batakan, Balikpapan, venue yang juga jadi kandang Persebaya saat menjamu PSM Makassar.
Manajer Persebaya, Candra Wahyudi, menuturkan opsi penggunaan Stadion Batakan muncul karena izin keamanan di Surabaya belum keluar. Di sisi lain, pihalnya tidak punya banyak waktu.
“Itu belum final, tapi arahnya kami bermain di Balikpapan. Memang dari Surabaya sendiri setelah melawan Sleman sinyalnya belum positif untuk bermain di sini,” kata Candra dikutip dari laman resmi tim.
“Hasil komunikasi kami sebelum lawan PSM, memang arahnya Persebaya mungkin akan menggunakan Batakan. Waktu itu belum ada sinyal positif dari keamanan di Surabaya. Daripada kami beresiko tidak ada kepastian, yang penting kami pastikan dulu di luar Surabaya,” imbuhnya.
Pilihan terhadap Stadion Batakan didasarkan oleh banyak hal. Satu di antaranya karena Persebaya bertandang ke markas Persipura Jayapura dengan duel yang berlangsung di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Minggu (24/11).
Jeda pertandingan hanya empat hari harus membuat Persebaya bisa menyiasati waktu. Apalagi, waktu tempuh Tenggarong ke Balikpapan hanya sekitar tiga jam saja.
“Jadwalnya mepet. Mudah-mudahan segera jelas main di mana. Selisihnya empat hari, riskan kalau kami pulang ke Surabaya, jadi langsung ke Balikpapan,” ucap pria asli Bojonegoro itu. (heu)





