BERITA UTAMA

Wabup Atos Pratama Canangkan PIN Polio Serentak

1
×

Wabup Atos Pratama Canangkan PIN Polio Serentak

Sebarkan artikel ini
Wabup Atos Pratama Canangkan PIN Polio Serentak 31.927 Balita Diberi Vaksin Polio

PASAMAN, METRO–Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2016, resmi dicanangkan, di Kantor Walinagari Jambak, Kecamatan Lubuksikaping, Selasa (8/3). Program ini secara serentak digelar di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Pasaman, berlangsung selama tujuh hari ke depan.

Kegiatan itu turut dihadiri, Wakil Bupati Pasaman Atos Pratama, Ketua DPRD Yasri, Kapolres Pasaman AKBP Agoeng S Widayat, segenap unsur Forkompimda serta Ketua TP PKK Ny Gustinar Yusuf Lubis. Menandai pencanangan, Wabup Atos Pratama didampingi istri Ny Mira Delima, secara perdana meneteskan vaksin polio kepada anak sulungnya, Sarah Khairunnisa, berusia 1 tahun.

Sambil digendong istrinya, Atos Pratama meneteskan setetes demi setetes vaksin kemulut putri cantiknya itu. Setelah itu, disusul secara bergilir sepuluh orang balita dari Kampung Jambak. Satu persatu, balita itu ditetesi vaksin polio oleh unsur Forkompimda, mulai dari Ketua TP PKK Pasaman Ny Gustinar Yusuf Lubis, diakhiri Ketua GOW Ny Mira Atos Pratama.

Wabup Pasaman Atos Pratama mengatakan, program imunisasi merupakan salah satu program kesehatan yang paling efektif dalam pembangunan kesehatan. ”Dengan imunisasi atau PD3I, pengendalian penyakit dapat dicegah. Mencakup sasaran 31.927 orang balita di seluruh Pasaman,” katanya.

Indonesia, kata dia, telah berhasil mendapatkan sertifikasi bebas polio bersama negara-negara South East Asia Region (SEAR) pada Maret 2014 lalu. Akan tetapi, kata dia, masih ada dua negara, yakni Afganistan dan Pakistan masih endemis polio. ”Menyikapi inilah, kita (Indonesia) dan seluruh negara di dunia berupaya mewujudkan bebas polio 2020. Jika dapat dicapai ini prestasi besar kedua masyarakat dunia di bidang kesehatan, setelah pesbasmian eradikasi cacar atau variolla pada 1974,” ujarnya.

Baca Juga  Ramadan Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Haus

Dikatakan, dengan PIN, semua anak balita diberi imunisasi tambahan polio, agar mereka kebal terhadap penyakit polio. Ia pun berharap, Pasaman dapat mempertahankan status bebas polio dan berktribusi dalam mewujudkan dunia bebas polio pada 2020. ”Saya serukan agar semua anak balita di daerah ini dibawa ke Pos PIN terdekat untuk memperoleh tetesan vaksin polio. Saya minta, semua pihak terkait harus mensukseskan program ini,” ujarnya.
Dengan imunisasi polio, dapat menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas yang bebas dari cacat tubuh karena penyakit polio.

Ketua TP PKK Pasaman, Ny Gustinar Yusuf Lubis menyampaikan, pihaknya sudah memerintahkan seluruh kader PKK di daerah itu mensukseskan kegiatan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, hal itu sesuai instruksi ketua TP PKK Pusat.

”Ibu-ibu kader PKK, siap mensukseskan gerakan PIN Polio ini. Seluruh penggerak Posyandu ditiap kampung adalah para kader dasawisma yang militan,” katanya.

Sesuai instruksi, kata dia, kader PKK diminta mengaktifkan dan mendukung kegiatan pin sejak hari H hingga setelah hari H pelaksanaan, mencacah anak balita hingga berusia 59 bulan. Selanjutnya, meregister bayi di wilayah masing-masing.

”Kader dasawisma juga diminta mendata posyandu dan pos pin serta jumlah kader posyandu yang menggelar PIN. Mengadakan penyuluhan, menyampaikan informasi akan pentingnya pekan imunisasi,” katanya.

Baca Juga  Fakta Baru Kasus Pembunuhan di Batang Gasan, Korban Ternyata Cabuli Ponakannya Berkali-kali, Pria Bertato yang Viral jadi Tersangka, Bukan Pelaku Pembunuhan

Hal itu bertujuan, agar tidak ada bayi yang tidak ikut imunisasi. Ibu dan kader PKK juga diminta membuat data sasaran PIN. Selain itu, ketua kelompok dasawisma juga harus bertanggung jawab, selama hari pelaksanaan. ”Kader juga diminta mendata siapa saja bayi yang belum diimunisasi dalam lingkungannya, harus diikutkan serta dalam kegiatan PIN ini,” ujarnya.

Kader PKK, kata Ny Gustinar, juga harus berkoordinasi dengan pihak terkait serta memberikan laporan atas seluruh kegiatan PIN tersebut. “Untuk selanjutnya dilaporkan ke tim penggerak PKK Pusat,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Pasaman, Desrizal mengatakan, pelaksanaan PIN Polio di Pasaman dimulai pada 8-15 Maret, melibatkan 31.927 orang balita dan 394 Pos Pin. Pihaknya, kata dia, juga menerunkan ratusan tenaga medis, tersebar di 16 Puskesmas. ”PIN Polio dilaksanakan pada bulan Maret ini, dengan sasaran semua anak 0-59 bulan di Pasaman sebanyak 31.927 orang balita tanpa memandang status imunisasinya,” katanya.

Dikatakan, bahwa PIN Polio bertujuan tercapainya eradikasi polio di dunia pada akhir tahun 2020. Selain itu, kata dia, memastikan tingkat imunitas terhadap polio di populasi (herd immunity) cukup tinggi dengan cakupan besar dari 95 persen. ”Tujuan khususnya, untuk memberikan perlindungan secara optimal dan merata pada kelompok umur 0-59 bulan terhadap kemungkinan munculnya kasus polio yang disebabkan oleh virus polio Sabin,” tutur Desrizal. (y)