PDG.PARIAMAN, METRO – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatatn Sipil Muhammad Fahlhy menyatakan sebagai nagari percobaan dalam penerapan Nagari Go-Digital, dimana dokumen kependudukan dapat langsung diterbitkan dan selesai di nagari.
“Dukcapil Ceria selalu mendampingi dan memantau perkembangan dan hambatan dalam pelaksanaan program di nagari,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Padangpariaman Muhammad Fdahly, kemarin.
Katanya, tim Dukcapil Ceria mengundang 10 Wali Nagari (Walnag) Pilot Project untuk melaksanakan evaluasi di Prisma Room. 10 Nagari Pilot Project ini adalah Nagari Seulayat Ulakan, Sandi Ulakan, Kapalo Koto, Kurai Taji Timur, Sikucua, Ambuang Kapua Sungai Sariak, Gasan Gadang, Malai V Suku, Parit Malintang dan Sungai Gimba Ulakan.
Dikatakan, kadisdukcapil memaparkan kuantitas pengguna Aplikasi Dukcapil Ceria Digital dari tiap-tiap nagari dan produktivitas administrator nagari dalam program Si Pakem. Nagari dengan tingkat perkembangan user Dukcapil Ceria Digital tertinggi adalah Kurai Taji Timur.
Sedangkan tingkat produktivitas administrator petugas nagari tertinggi dalam pelaksanaan SiPakem berasal dari Nagari Sandi Ulakan.
Kegiatan ini merupakan evaluasi semangat go digital bagi entitas Nagari yaitu Wali Nagari selaku pengambil kebijakan serta Perangkat Nagari sebagai pelaksana teknis.
Sebelumnya telah dilakukan sosialisasi dan pelatihan terhadap operator nagari secara langsung. Dari Evaluasi ini didapatkan Semangat Go-Digital bagi nagari dengan 3P, Pasang, Praktik, Promosi.
Artinya, entitas nagari menginstal dan memasang sendiri Aplikasi Dukcapil Ceria Mobile di smartphone masing-masing, kemudian mempraktikkan langsung pelayanan mandiri, dan selanjutnya mempromosikan, mengajak, dan mengajarkan masyarakat dalam pemanfaatan aplikasi.
Peran Wali Nagari selaku pengambil kebijakan di nagari diharapkan mampu mempercepat penerapan kebijakan Nagari Go Digital dan mendukung kebijakan penganggaran untuk penyediaan sarana prasarana. Wali Nagari Pilot Project diberikan pembekalan dan pendalaman terhadap penerapan program, agar nantinya dari entitas nagari dapat saling memperkuat pelaksanaan program. (efa)





