Tim PMI, Basarnas dan warga mengevakuasi jenazah korban yang tewas, setelah truk Colt Diesel masuk jurang di Panorama I, Minggu (6/3) sore.
PADANG, METRO–Diduga hilang kendali dan rem blong, mobil jenis Mitsubishi Colt Diesel nyungsep ke jurang sedalam 300 meter di Panorama I Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubukkilangan, Minggu (6/3) sekitar pukul 16.20 WIB. Mobil dengan nopol BG 8514 B ini terjun bebas hingga mengakibatkan seorang penumpang tewas, satu kritis parah.
Keterangan saksi mata, truk bermuatan minyak tanah (mita) yang ditumpangi Farlan (29), warga Dusun Tiga Bangun, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dan dua orang rekannya yakni, Ben (25) dan Muhaimin (26) melaju dari arah Solok menuju Kota Padang.
Namun, tiba-tiba saja sampai di belokan yang berada sekitar 500 meter dari pendakian panorama I tersebut, rem pada mobilnya tidak berfungsi hingga melaju bebas hingga menghantam pembatas jalan sebelum masuk ke dalam jurang. Ketiga penumpang bus tersebut sempat berteriak minta tolong kepada petugas PJR yang ada di dekat lokasi.
”Mobil tersebut dalam keadaan kencang dan saat hendak berbelok dari turunan yang tajam mobil tersebut banting setir ke arah jurang, kemudian terjun,” ungkap anggota PJR, Yose (21).
Dia mengaku sempat melihat mobil ini oleng dan mengeluarkan bunyi berderak saat sampai di belokan. Ternyata, ketiga orang yang ada atas mobil itu tampak panik, kemudian menghantam pembatas jalan, lalu masuk ke dalam jurang. ”Saya sempat melihat mobil itu masuk dan langsung melapor ke polisi dan teman-teman PJR lainnya,” ucap Yose.
Pantauan di lapangan, terlihat dua dari tiga orang korban tersebut berhasil dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit, sementara satu orang lagi yang bernama Muhaimin (26), kabur saat mobil tersebut sudah ada di dalam jurang. Usai dievakuasi, Farlan mengalami luka parah di bagian kaki dan selangkangannya kemudian dirawat di Semen Padang Hospital (SPH).
Sedangkan, Ben (25), warga Karang Anyar, Jawa Tengah yang merupakan sopir ini langsung dilarikan ke RSUP M. Djamil Padang karena ditemukan sudah meninggal dunia di lokasi dengan kondisi kepala yang mengalami cedera berat. Saat di lokasi, polisi sedikit kesulitan untuk mengorek informasi dari korban Farlan karena yang bersangkutan mengalami benturan yang keras pada kepalanya.
Kapolresta Padang, Kombes Pol Wisnu Andayana melalui Kapolsekta Lubukkilangan Kompol Aswarman membenarkan kejadian tersebut. Dugaan sementara, kecelakaan ini terjadi karena mobil tersebut mengalami rem blong dan sopirnya tidak mengerti medan. Selain itu, kondisi jalan yang berbelok juga membuat banyak kecelakaan di lokasi itu.
”Mobil ini membawa minyak tanah, karena saat kita melakukan olah TKP, bau minyak sangat kuat terasa dan menusuk hidung. Dugaan sementara kita, truk bermuatan minyak tanah ini mengalami rem blong hingga masuk ke jurang,” tuturnya.
Lanjut Aswarman, terkait dengan kaburnya salah satu tumpangan pada truk tersebut, saat ini pihaknya telah melakukan perburuan terhadap salah seorang penumpang yang duduk di pintu keluar penumpang. ”Saat ini kita lakukan olah TKP dulu dan kita juga bekerjasama dengan tim relawan seperti PMI dan BPBD untuk dilakukan pengangkatan bangkai truk tersebut,” tegasnya. (age/cr13)





