PADANG, METRO–“Kebakaran, kebakaran……” teriakan lantang itu terdengar keras dari dalam kios yang terbakar di Pasar Sungai Lansek, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Sabtu (5/3) sekitar pukul 03.00 WIB. Setidaknya, 36 kios dihajar si jago merah hingga tak tersisa. Tiga los juga ludes.
Informasi yang dihimpun POSMETRO, kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh beberapa orang petugas jaga malam yang ada di pasar. Saat itu, dia melihat kepulan asap tebal dan hitam dari dalam pasar. Merasa ada yang tidak beres, tiga orang petugas tersebut langsung menuju lokasi dan mendapati beberapa kios terbakar.
Dua petugas berusaha memadamkan api, sementara seorang lainnya memberitahukan kepada warga sekitar, kemudian menelpon petugas pemadam kebakaran setempat. Api dengan cepat menyambar satu per satu kios yang ada di dalam pasar. Awalnya hanya sekitar tiga kios, namun karena rata-rata bangunan kios terbuat dari kayu, api dengan cepat menyebar dan menghanguskan lebih dari 36 kios disana.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sijunjung, Hardiwan mengatakan, kejadian itu memang sangat cepat. Petugas yang mendapatkan laporan, datang di lokasi 30 menit setelah itu. Meskipun sedikit terlambat, petugas langsung bahu membahu memadamkan api untuk menyelamatkan kios yang masih tersisa.
“Kita menurunkan sekitar tiga unit mobil untuk memadamkan api. Akses yang jauh, kemudian ramainya lokasi kejadian membuat kita sedikit kesulitan,” tuturnya.
Memang saat kejadian, lokasi tersebut langsung dipadati oleh warga yang ingin melihat secara langsung. Alhasil, laju kendaraan pemadam menjadi tersendat. Selain itu, upaya petugas yang dirasakan sudah maksimal, tidak mampu menyelamatkan barang-barang yang ada di dalam kios ataupun barang jualan para pedagang. “Untung saja tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tapi kita menaksir kerugin mencapai Rp29 miliar. Sedangkan, untuk penyebab kebakaran masih dalam penyilidikan,” ucapnya.
Sementara, Kapolres Sijunjung, AKBP Dwi Sulistyawan yang juga mendapat laporan dari warga, langsung menurunkan personil untuk mengamankan lokasi. Dia mengakui, banyak barang yang tidak sempat diselamatkan karena api dengan cepat membesar dan warga juga terlambat tahu.
“Kita sudah memasang police line di lokasi tersebut, sehingga masyarakat yang ramai tidak menganggu kerja petugas,” katanya.
Terpisah, dalam kunjungannya bersama dengan unsur Muspika, Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin serta Ketua DPRD Mukhlis Rasyid, Sabtu pagi mengatakan, dinas terkait agar melakukan upaya secepatnya untuk mendata para pedagang yang terkena imbas kebakaran. Dia juga meminta kepada dinas terkait agar mencarikan dulu tempat sementara dan memastikan total kerugian yang diderita oleh para pedagang. “Kebakaran ini memang parah dan menimbulkan efek yang luar biasa. Kita harap, Dinas Pasar harus gerak cepat untuk menuntaskan ini hingga para pedagang bisa kembali berdagang,” pungkasnya. (cr1)





