PEMKO Padangpanjang, alokasikan dana sebesar Rp2,5 miliar untuk membenahi objek wisata pemandian Lubuk Mata Kucing melalui APBD kota setempat, pembenahan objek wisata tersebut salah satu upaya Pemerintah untuk meningkatkan jumlah pengunjung.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Padangpanjang Sri Syahwitri kepada POSMETRO Kamis (3/3) kemarin, Dana yang sudah dialokasikan tersebut akan dipergunakan untuk relokasi objek wisata, sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Padangpanjang.
”Dana itu sudah disetujui DPRD Kota Padangpanjang di APBD ahun 2016 ini. Untuk pembenahan sarana dan prasaran pemandian Lubuk Mata Kucing sebagai satu objek wisata pemandian di Padangpanjang. Sementara saat ini objek Lubuk Mat Kucing saat ini dalam kondisi belum representatif, sehingga dibutuhkan pembenahan,” katanya.
Selain rehabilitas pemandian Lubuk Mata Kucing, Pemko Padangpanjang juga akan menambah sarana olah raga arum jeram di dekat lokasi pemandian Lubuk Mata Kucing tersebut. “Lokasi pemandian lubuk mata kucing ada sungai dengan arus yang cukup deras, sehingga potensi itu kami manfaatkan untuk olahraga arum jeram nantinya,” ujarnya.
Sri Syawitri berharap masyarakat di kota setempat bisa mendukung perencanaan pembangunan sejumlah objek wisata tersebut.
”Dukungan semua pihak sangat kami butuhkan untuk kelangsungan pembangunan lokasi objek wisata yang nantinya juga bisa berorientasi kepada perekonomian masyarakat,” katanya.
Terus Kembangkan Objek Wisata
Selain melakukan pembenahan beberapa objek wisata khsusnya Lubuk Mata Kucing Dinas Porbudpar juga akan hadirkan Objek wisata Arung Jeram di aliran sungai Lubuk Mata Kucing serta pemko saat juga bertekat untuk menghadirkan objek wisata Cable Car.
Dikatakannya, aliran Sungai Lubuk Mata Kucing yang memilik panjang sekitar 6,6 kilo meter. Mulai dari pemandian Lubuk Mata Kucing sampai ke batas kota dekat jembatan kembar, Kelurahan Silaing Bawah, Padangpanjang Barat.
Sungai ini sudah dijadikan tempat kegiatan wisata sepanjang 1 kilo meter sebagai objek Arung Jeram. “Potensinya sangat bagus dan luar biasa, tinggal menata arus air untuk ditingkatkan menjadi lokasi arungjeram,” kata Syahwitri.
Sungai tersebut bukan semata untuk objek wisata, pungkas Sri, aliran sungai juga akan dijadikan lokasi olahraga arung jeram bagi atlet Padangpanjang. Untuk itu , keberadaan lokasi arung jeram ini, akan menjadikan kota Padangpanjang, satu satunya kota di Sumbar yang menyediakan lokasi olah raga ini.
Terkait beragam objek wisata yang ada di Sumbar, pungkas Sri, wisatawan yang berkunjung ke Sumbar, lebih membicarakan objek wisata yang berada di Kota Padang dan Bukittinggi. “Akan tetapi saat ini Kota Padangpanjang, sudah menjadi sebutan para wisatawan sebagai salah sati Kota wisata yang memiliki objek objek wisata bernuansa alam perdesaan, kita akan cantumkan Padangpanjang merupakan salah satu dinasty pariwisata di Sumbar,” sebut Sri.
Cable Car, Arena Sepeda Gunung Segera Hadir
Kota Padangpanjang sebagai salah satu kota tujuan wisata di Sumatera Barat (Sumbar), terus berbenah dan melangkah lebih cepat dalam pengembangan potensi wisata alam. Untuk itu Walikota Padangpanjang H. Hendri Arnis, BSBA akan segera mengahadirkan objek wisata cablecar, serta menyediakan arena sepeda gunung di kawasan Bukit Tui. “Selain merencanakan jalan sepeda gunung di pinggang Bukit Tui, kita juga sedang menyusun Detail Engineering Design cablecar mengarah kesitu,” ujar Walikota Hendri Arnis.
Disebutkan, Cablecar ini rencananya akan dimulai dari Rest Area di Silaing Bawah menuju ke Bukit Tui depan GOR Khatib Sulaiman, Bancah Laweh, kemudian terus ke lokasi Islamic Centre di Sago, Koto Katiak.
”Bila nanti DED-nya telah selesai, maka kita berharap akan ada investor yang bersedia untuk berinvestasi di bidang transportasi cablecar ini,” katanya. Untuk total panjang cablecar itu nantinya berkisar 3,7 km. Dari Rest Area Silaing Bawah ke Tugu Galodo, Bukit Tui 2,6 km. Ditambah jarak dari Tugu Galodo ke lokasi Islamic Centre 1,1 km. (a)





