PENYISIRAN— Ratusan aparat bersenjata lengkap, di bawah komando Kapolres Limapuluh Kota AKBP Bagus Suropratomo, menyisiri Jorong Sopang, Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kamis (3/3) sejak Subuh hingga siang. Polisi membekuk 6 pelaku kejahatan, salah satunya yang terlibat dalam perampokan dan pemerkosaan di rumah Biro PLN Pangkalan.
LIMAPULUH, KOTA–Kampung bandit Manggilang, di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (3/3) Subuh, memanas. Nagari Manggilang yang selama ini dianggap kebal hukum, diobrak-abrik sekitar 200 personel tim gabungan Polres Limapuluh Kota serta Polda Sumbar, selama 8 jam.
Ratusan polisi bersenjata lengkap, Kamis sekitar pukul 05.00 WIB menggeledah Jorong Subarang, Nagari Manggilang. Dari penyisiran, penggeledahan, Polres Limapuluh Kota berhasil mengamankan 6 orang diduga terlibat berbagai kejahatan, mulai dari perampokan, pencurian, narkoba, ilegal logging, dan judi.
”Kami lakukan penggeledahan, terkait dengan beberapa rangkaian kejahatan yang muaranya ada di sini (Manggilang),” kata Kapolres Limapuluh Kota AKBP Bagus Suropratomo, kemarin, di pertigaan Pasar Manggilang.
Untuk menggeledah nagari “bebal” hukum tersebut, Kapolres Limapuluh Kota sengaja menerjunkan satu pleton anggota Brimob, serta anggota Polda Sumbar. Dari Dalmas, Dit Reskrimum, Dit Intel serta back up polres tetangga.
”Lebih kurang, ada 200 anggota yang kita terjunkan,” imbuh Kapolres. Tim operasi senyap polisi ini, bergerak dari Mapolres Limapuluh Kota pukul 04.00 WIB. Tiba kurang pukul 05.00 WIB, tim langsung melakukan penggeledahan di rumah-rumah warga.
Operasi melawan penjahat tersebut, baru berakhir sekira pukul 12.00 WIB. Polisi menggeledah hampir seluruh jorong yang ada di nagari itu. Beberapa rumah yang dicurigai menjadi pusat kejahatan dan narkoba, juga digeledah.
Kronologis Penggerebekan
Kapolres AKBP Bagus Suropratomo, menjelaskan alasan kuat aparat kepolisian untuk menggeledah Nagari Manggilang. Menurut dia, sebagai nagari yang dari dahulu dikenal tertutup untuk pendatang tersebut, Manggilang sering menjadi hulu masalah kriminalitas. Baik narkoba, pelecehan seksual, pemerasan di jalan Sumbar-Riau dan banyak bentuk kejahatan berasal dari nagari ini.
Puncaknya, Rabu (24/2) lalu, di Jorong Sopang, Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Limapuluh Kota, tiga beranak, yang terdirikan dari suami, istri dan seorang bocah perempuan berusia 11 tahun, dilaporkan mengalami luka serius kena bacok.
Mereka diduga korban perampokan komplotan bandit Manggilang. Masing-masing korban, pasangan suami istri Aliyas atau Ujang (45) dan Juriah (42) serta anak perempuannya yang berusia 11 tahun.
Selain merampas harta berupa emas milik korban yang bekerja sebagai Biro PLN itu, sindikat penjahat yang diduga bermarkas di Manggilang ini, juga melakukan pemerkosaan terhadap anak korban, sebut saja namanya Indah, secara bergantian.
Sesuai hasil penyelidikan tim Satreskrim Polres Limapuluh Kota terhadap kasus perampokan sadis yang terjadi, Rabu (24/2) sekitar pukul 04.00 WIB, di Jorong Sopang, Nagari Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, didapat nama-nama terduga pelaku perampokan dan pemerkosaan tersebut yakni jaringan The Bandits. Komplotan The Bandits, dikenal sebagai penjahat ulung di Manggilang.
Dan, komplotan The Bandits ini diduga kuat terlibat dalam kasus perampokan yang menyebabkan istri dari Aliyas, luka berat karena wajahnya disayat-sayat para pelaku. Perampok ini sangat sadis, selain melukai pasangan suami istri dan anaknya itu, mulut pasutri ini dilakban.
4 Pelaku
Diduga pelaku perampokan keluarga Biro PLN Pangkalan itu, dilakukan oleh 4 pelaku, dua di antaranya merupakan warga Nagari Manggilang dan berlindung di Jorong Subarang. Saat dilakukan penggerebkan dan penyisiran oleh personel gabungan Polda Sumbar, berhasil diamankan 1 orang diduga ikut berperan dalam perampokan dengan penganiyaan di Jorong Sopang, Nagari Pangkalan.
Saat ditangkap Al (15), mencoba melarikan diri dari polisi, namun dengan sigap polisi berhasil mengamankannya. Hanya saja, 1 orang di antaranya lari dalam hutan Jorong Subarang, sehingga polisi mengejar sampai ke dalam hutan hingga pukul 12.00 Wib siang, namun lolos.
”Kita melakukan tindakan terukur terhadap perkara-perkara dugaan kejahatan di Nagari Manggilang. Atas petunjuk Kapolda, personel gabungan mulai dari Ditreskrim Polda, Ditintel Polda dan Dalmas Polda, Brimob Polda Sumbar, dibantu juga personel dari Polres Bukittinggi dan Payakumbuh, serta Limapuluh Kota melakukan penyisiran di kampung ini,” jelas Kapolres.
Kapolres juga membenarkan jika aksi tindakan terhadap dugaan perkara kejahatan juga terkait dengan peristiwa perampokan satu keluarga Biro PLN di Jorong Sopang, beberapa minggu lalu. Bahkan dididuga anak korban perampokan masih duduk dibangku SD itu juga diperkosa oleh kawanan perampok sadis itu.
”Kita melakukan penyisiran sejak subuh sampai siang, dan berhasil mengamankan 6 orang. Dan, 1 orang diantaranya diduga terlibat dalam curat di Jorong Sopang, Nagari Pangkalan. Diduga kawanan curat itu juga melakukan pelecehan seksual terhadap anak korban. Petugas belum bisa menyampaikan siap-siapa orangnya, karena masih dilakukan pemeriksaan,” jelas Kapolres yang mudah senyum itu.
Informasi dihimpun POSMETRO, ada enam orang diamankan polisi. Di antaranya Al, R, I, D dan N, sedangkan 1 orang lagi belum diketahui. Keenam orang ini langsung dibawa ke Mapolres Limapuluh Kota untuk pemeriksaan.
”Enam orang diamankan, kemudian juga barang bukti berupa alat-alat hisap narkoba, tempat perjudian dan beberapa lainnya,” tambah Kapolres didampingi Kapolsek Pangkalan Iptu Karber Junaidi.
Dijelaskan Kapolres, anggota The Bandits sering berurusan dengan polisi. Beberapa tahun lalu, masih sindikat ini, juga diduga terlibat kasus kriminalitas dengan cara menggauli murid SMP. Belum lagi, beberapa kasus pencurian, juga mengarah terhadap The Bandits.
Kasus yang paling mencuat dari Nagari Manggilang ini, pernah terjadi pada November 2014 lalu. Ada kasus dugaan cabul terhadap seorang gadis yatim kelas III SMP yang terungkap di Nagari Manggilang.
Kasus pencabulan ini bahkan sempat menyebabkan aksi anarkis massa, ditandai dengan pembakaran 1 unit gudang penyimpan gambir, serta pengrusakan 1 unit rumah dan 1 unit mobil pada 22 November 2014 tersebut.
Polisi di Limapuluh Kota selama ini kerap mendapatkan masalah, ketika ingin “mengangkut” tersangka kasus kriminal di Manggilang. Ini juga dibuktikan, sebelum 2010 lalu saat tim SK4 selaku penegak perda, menggerebek rumah judi di Manggilang.
Bukannya kooperatif, masyarakat justru berduyun-duyun menyerang petugas. Kala itu, petugas lari kocar-kacir. Tidak sampai di sana, berkali-kali polisi menerima pengaduan, jika ketika mengalami kendala perjalanan di Manggilang, mereka kerap kena palak.
”Kami sengaja melakukan operasi senyap di Nagari Manggilang dengan jumlah banyak, bukan untuk menakut-nakuti bapak, ibu. Bukan untuk mencari sensasi. Tapi, kami datang untuk mewujudkan kepastian hukum dan memastikan, tak satupun yang kebal dengan hukum,” kata Kapolres, di hadapan ribuan warga Manggilang.
Kapolres harus menjelaskan kedatangan ratusan polisi bersenjata lengkap, karena tak ingin warga lain cemas dan takut. Di depan ribuan warga yang keluar dari rumahnya, Kapolres menyebut jika jajaran aparat kepolisian tidak akan takut melawan kejahatan. Dimana pun itu, termasuk di Nagari Manggilang.
”Kami menggeledah beberapa rumah warga yang diduga kuat terlibat dengan sejumlah kasus kejahatan. Ini sesuai dengan penyidikan yang telah dilakukan anggota,” pungkas Kapolres.
Warga Manggilang Apresiasi Kapolres
Saat iring-iringan mobil polisi bersenjata lengkap menyisiri Nagari Manggilang terutama Jorong Subarang, ratusan masyarakat setempat ikut menyaksikan bahkan membantu polisi untuk dalam melakukan aksi pemberantasan pekat di Nagarinya.
Wali Nagari Manggilang H Rabaini, berserta masyarakat Nagari Manggilang memberikan apresiasi sekaligus berterima kasih kepada Kapolres AKBP Bagus. S beserta jajarannya yang telah melakukan langkah-langkah penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan.
”Kami atas nama pemerintah nagari dan masyarakat Nagari Manggilang berterima kasih sekaligus mendukung apa yang sudah dilakukan polisi. Mungkin dengan cara ini bisa meredam pemberantasan pekat di Manggilang. Dan memang di Jorong Subarang itu akses masuk dan keluar hanya satu, jadi memang kalau malam orang-orang tidak dikenal di sana diperiksa,” jelasnya.
Hal serupa juga disampaikan Camat Pangkalan Andri Yasmen, bahwa operasi pemberantasan Pekat yang dilakukan polisi bentuk tindakan tegas terhadap dugaan pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat.
”Penegakan hukum itu harus ditindak tegas, jangan ada pembiaran. Kami dukung penuh, dan masyarakat Pangkalan, khususnya Manggilang juga mendukung penuh. Terbukti tadi operasi berjalan aman. Namun, ke depan kita meminta agar masyarakat jangan membiarkan ada pelaku kejahatan berlindung di kampung kita, segera informasikan kepada polisi, dan masyarakat harus terbuka,” pintanya. (ben/us)





