AIAPACAH, METRO – Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Padang telah mensertifikasi guru mengaji dari Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kota Padang sebanyak 4.838 guru selama 2019.
Sertifikasi bagi para guru ini dilaksanakan untuk menguji kompetensi majelis guru serta melihat kemampuan mereka sejauh mana guru menguasai kelas dan materi-materi yang diajarkan. Sertifikasi guru mengaji itu dilakukan tim yang telah ditunjuk Pemko.
Tim tersebut meliputi Pembina MTQ tingkat Sumbar, Qori/Qoriah Sumbar dan Padang serta dosen dari Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Pelaksanaan sertifikasi guru TPQ dan MDT dilakukan sekali dalam tiga tahun. Ujian sertifikasi dilaksanakan di Masjid Agung Nurul Iman.
Kepala Bagian (Kabag) Kesra Kota Padang, Jamilus mengatakan untuk tahun 2019 ini ujian sertifikasi guru telah dilaksanakan sejak 23 Oktober dan berakhir pada 7 November. Untuk guru yang disertifikasi ada dua lembaga yakni dari TPQ dan Madrasah Diniyah Takmiliyah MDT yang ada di masjid/mushalla.
“Jumlah guru mengaji dari TPQ sebanyak 3.952 orang, sementara MDT ada 886 orang. Hasil dari ujian sertifikasi guru yang diikuti nilainya terbagi tiga yakni A, B dan C. Untuk nilai A guru mengaji akan mendapat honor Rp500.000, sedangkan B mendapat Rp350.000 dan C sebesar Rp250.000.
“Honor guru mengaji itu dibayarkan sekali dalam tiga bulan melalui rekening majelis guru masing-masing,” ulas Jamilus, Kamis (7/11). Sertifikasi guru itu juga dalam rangka mensejahterakan para guru yang ada. Anggaran dari sertifikasi guru berasal dari APBD Padang.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Padang, Zulhardi Z Latief mengharapkan kepada Kesra Padang untuk meningkatkan kesejahteraan para guru secara terus menerus. Sehingga guru semangat mengajar dan hasilnya bagi anak dapat terlihat.
“Kepada majelis guru yang ada diminta serius dalam mendidik anak. Jangan sampai guru berbicara tak menentu saja banyak dengan rekannya. Ini kan tak benar,” ujar kader Golkar ini.
“Majelis guru haruslah bisa melahirkan anak menjadi qori dan qoriah. Jangan setiap MTQ yang digelar Padang tak meraih prestasi yang bagus. Ini berarti kualitas guru kurang baik. Kita ingin pemko benar-benar menseleksi guru dengan keahliannya. Agar hasilnya nampak dan dana yang dibayarkan pada guru tepat sasaran,” pungkasnya. (ade)





