SETIAP iven Tour de Singkarak (Tds), Kabupaten Solok selalu aktif untuk kesuksesan helat balap sepeda wisata bertaraf internasional itu. Kabupaten Solok dinilai sukses dalam pelaksanaan TdS sebagai salah satu daerah yang menjadi tuan rumah.
Untuk menyemarakkan TdS 2019, Kabupaten Solok mencoba memadukan beberapa kegiatan. Menyemarakkan alek TdS, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok menggelar sejumlah rangkaian lomba dalam Gebyar TdS 2019, salah satunya fun bike.
Menjelang pelaksanaan start Etape 6 yang dipusatkan di kawasan dermaga Danau Singkarak, rangkaian lomba sudah digelar demi memberikan sajian hiburan bagi masyarakat. Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Nasripul menjelaskan, Gebyar TdS 2019 merupakan tanda dimulai pelaksanaan beberapa even untuk meramaikan suksesnya satu dekade TdS di Kabupaten Solok.
Ratusan peserta dari unsur masyarakat umum dan pelajar turut meramaikan fun bike yang menyuguhkan keelokan objek wisata dengan start di kawasan Koto Baru dan finish di Dermaga Singkarak.
Rangkaian Gebyar Tds merupakan sarana sosialisasi nyata kepada masyarakat untuk ikut serta meramaikan helat TdS di Kabupaten Solok. Bupati Solok Gusmal menegaskan, TdS merupakan ajang untuk mengangkat dan mempromosikan potensi pariwisata daerah. Apalagi tahun ini, jalur yang dilalui peserta cukup berbeda dan menarik dengan view objek wisata Kabupaten Solok.
Di Etape 6, sedikit berbeda jalur yang dilewati peserta. Peserta TdS mengelilingi kawasan Danau Singkarak sebelum pembalap kelas dunia itu memacu sepedanya melaju ke Solok Selatan.
“Dengan mengelilingi Danau Singkarak, peserta disuguhi pemandangan danau dengan latar bukit yang hijau. Diharapkan keindahan danau Singkarak dan keelokan daerah dan masyarakat Kabupaten Solok menjadi cerita yang mereka bawa ke negri sana,” harap Gusmal.
Pemandangan eksotis Danau Singkarak yang terletak di dua kabupaten, diharapkan menjadi daya tarik utama wisatawan kedepannya. Dan melalui TdS, adalah langkah paling strategis dalam memperkenalkan pariwisata Kabupaten Solok, dan Sumatera Barat pada umumnya.
Sebelas tahun sudah perjalanan pelaksanaan TdS, dengan Kabupaten Solok sebagai salah satu daerah pencetus. Bahkan daerah Kabupaten Solok terus membenahi infrastrukrur agar kemudian para wisatawan berdatangan ke daerah ini untuk menikmati Kabupaten di sisi pemandangan alam dan budaya.
Danau Singkarak menjadi menjadi menu untuk tetap mengandalkan sektor pariwisata sebagai prioritas pembangunan, bersama empat danau lain yang memiliki pesona masing-masing.
Keindahan danau Singkarak menjadi tema utama setiap tahunnya yang diangkat Kabupaten Solok dalam gelaran internasional ini. Apalagi danau Singkarak juga sudah menjadi ikon dari sport tourism TdS.
Diharapkan menjadi daya tarik utama wisatawan kedepannya, dan melalui TdS tersebut, adalah langkah paling strategis dalam memperkenalkan pariwisata kabupaten Solok.
Menurut Nasripul, etape VI TdS 2019 yang merupakan rute terpanjang tahun ini, akan lebih menantang. Pasalnya, rute ini menyajikan paket lengkap, mulai karakteristik lintasan lurus dan mendatar, kemudian tikungan tajam dan mendaki, serta trek menurun pun disuguhkan.
Start di Dermaga Singkarak, kemudian melaju ke Saniangbaka, Muaropingai, Paninggahan dan terus mengelilingi danau Singkarak satu kali yang notabene kondisi jalan sempit dan mendatar. Terus melaju ke Kota Solok, Kotobaru, Cupak dimana pada titik ini merupakan trek mendatar dan lurus serta menjadi titik krusial bagi pembalap, sebelum adu kekuatan saat memasuki jalur pendakian. (*)





