BERITA UTAMA

Dua Rumah di Gang Sempit Ludes Terbakar

0
×

Dua Rumah di Gang Sempit Ludes Terbakar

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Dua unit rumah semi permanen yang berada di gang sempit di Jalan Perak, Kampung Jao, RT 04 RW 08, Kecamatan Padang Barat, mengalami kebakaran, Kamis (31/10) sekitar pukul 00.00 WIB. Sontak, warga setempat dibuat panik lantaran lokasi merupakan kawasan padat penduduk.
Bahkan, akses jalan yang sangat sempit, membuat petugas pemadam kebakaran sempat kewalahan. Pasalnya, hanya mobil pemadam berukuran kecil yang bisa mendekat ke lokasi kebakaran. Agar api bisa dengan cepat dipadamkan, sebanyak tujuh unit mobil pemadam diterjunkan ke lokasi.
Kepala Bidang Operasi (Kabid Ops) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang Basril mengatakan, dua unit rumah yang terbakar milik Sapri dan Jamani. Akibat kejadian ini, kerugian diperkirakan mencapai Rp300 juta. Dalam peristiwa kebakaran tidak ada menimbulkan korban jiwa, semua penghuninya selamat.
“Hampir satu jam melakukan pemadaman, api bisa dikendalikan. Setelah itu dilakukan pendinginan. Api dengan cepat membesar karena material bangunan yang berbahan semi permanen. Penyebab kebakaran itu merupakan kewenangan Polisi,” kata Basril.
Basril menjelaskan, awalnya menurunkan dua unit armada ke lokasi, dan akhirnya dalam separuh perjalanan mengerahkan semua armada untuk ke lokasi kebakaran setelah melihat api yang membesar dan asap membumbung tinggi. Apalagi, kawasan Kampung Perak ini kawasan cukup rapat dan padat serta akses gang yang sempit. Selain itu dengan kondisi tengah malam logikanya pasti masyarakat tengah dalam kondisi tertidur lelap.
“Karena kesigapan dari warga sehingga beruntung dalam kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa karena di saat api mulai membesar dan membubung tinggi, semua masyarakat sekitar berhamburan keluar rumah. Tadi sempat terlihat ada yang panik dan stres sehingga larinya tidak menentu melihat api yang besar tersebut, personel pemadam kebakaran berusaha untuk menenangkan situasi agar masyarakat tidak panik untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan, karena di ketahui untuk di Kampung Perak, musibah kebakaran ini jarang sekali terjadi,” ungkap Basril.
Dilanjutkan Basril, akses jalan di lokasi kejadian yang sangat sempit, sehingga ketika terjadi kebakaran armada yang masuk satu arah dan tidak bisa berputar lagi. Bahklan, untuk berputar ataupun balik kanan untuk mengambil air sangat sulit, terpaksa menunggu mobil yang sedang beroperasi.
“Perlu di ketahui ketika armada sedang beroperasi, tidak bisa di hentikan begitu saja, harus menunggu airnya habis, baru bisa di geser, dalam hal ini banyak masyarakat yang belum paham namun harus kita maklumi karena kondisi dalam keadaan panik,” ujarnya.
Basril menegaskan, sumber air di Kampung Perak ini cukup sulit, sehingga nantinya apabila air habis, terpaksa pemadam kebakaran mengambil air ke kawasan Marapalam atau ke Pauh yang tentunya ini akan memakan waktu.
“Mempertimbangkan hal tersebut, sehingga Kami menurunkan seluruh armada yang ada, dengan total 7 armada untuk mengantisipasi api merembet ke rumah lainnya yang rapat,” pungkas Basril. (r)