PDG.PARIAMAN, METRO – Bupati Padangpariaman H. Ali Mukhni, kemarin, mengingatkan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungannya agar bisa melahirkan beragam inovasi di lingkungan OPD nya masing-masing. “Karena bagaimana pun tegas bupati dua periode ini, setiap pimpinan OPD tentunya mestinya harus memiliki komitmen dan kepedulian yang kuat di samping harus memiliki pencapaian yang jelas sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya,” kata Ali Mukhni.
Sebab katanya, seperti diperhatikan selama ini, kebanyakan dari pimpinan OPD itu kecenderungannya hanya bekerja secara normative saja. Misalnya datang pagi, lalu isi absen kemudian tandatangani atau memaraf surat. Kebiasannya seringkali ada yang seperti itu itu saja.
Padahal kalau tetap bekerja seperti itu jelas hasilnya tidak akan banyak membawa perubahan. Makanya disinilah pentingnya perlunya inovasi yang dilahirkan oleh masing-masing pimpinan OPD yang ada. Lebih jauh mantan guru olah raga dan penggiat olah raga sepak bola ini menegaskan, tentunya tidak akan ada artinya sekalipun yang bersangkutan ada yang berpendidikan S1 atau S2 misalnya. Namun tetap saja tidak akan ada artinya tanpa adanya inovasi yang dilahirkan.
“Sebab kan kalau hanya bekerja secara normative seperti itu, maka tentunya pendidikannya tidak mesti harus S1 atau S2, tapi juga bisa dikerjakan oleh siapapun,” tegasnya mengingatkan.
Pihaknya sebut H. Ali Mukhni menyadari bahwa untuk menumbuhkan semangat inovasi di kalangan pimpinan OPD tentunya dibutuhkan adanya reward dan Funisthman. Termasuk kemungkinan perlunya adanya sanksi bagi yang lalai dalam bekerja, atau abai melahirkan inovasi saat bekerja.
Makanya ke depannya sebut sosok lelaki yang santer disebut bakal maju sebagai Sumbar 1 ini, ke depannya para pimpinan OPD yang tidak becus atau tidak mampu melahirkan inovasi di ingkup wilayah kerjanya masing-masing, maka yang bersangkutan bisa saja dicopot dari jabatannya. Untuk kemudian diganti dengan sosok lain yang dianggap lebih berkompeten untuk itu.
“Harusnya ke depannya mungkin akan seperti itu, sehingga kalua sudah ada dua atau tiga kepala dinas yang dicopot dari jabatannya, karena dianggap tidak becus dalam bekerja misalnya, ini tentunya akan menjadi pembelajaran bagi yang lainnya,” imbuhnya.
Karena bagaimanapun sebut Putera V Koto Kampuang Dalam ini, masing-masing OPD tentunya dituntut bekerja sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Begitu pula hasil kerjanya juga harus terukur dengan jelas.
Atau dalam artian lain tegas suami dari Rena Ali Mukhni ini, masing-masing OPD mestinya harus memiliki komitmen yang jelas dalam bekerja, serta hasil kerjanya juga selalu dievaluasi dan tentunya ditindaklanjuti sesuai target yang diinginkan.
“Karena meski ada rakor hingga ribuan kali sehari pun, tapi tanpa tidak didasari komitmen dan kepedulian yang kuat maka tentunya hasilnya tetap tidak aka ada artinya,” imbuhnya.
Dicontohkan, saat penghujung Oktober seperti saat ini, setiap OPD tentunya sudah harus bisa mengevaluasi dan mengukur pencapaian masing-masing, termasuk sudah berapa banyak mereka bisa menyumbangkan PAD bagi daerah.
“Karena kalau kita bicara tentang kontek kerja, tanpa adanya komitmen dan inovasi yang jelas maka tentunya tidak akan ada perubahan apapun yang bisa dihasilkan,” terangnya mengingatkan.
Ditambahkan, bagaimana pun semua OPD di lingkungan Pemkab Padangpariaman jelas perlu menyadari, bahwa orang yang tidak tanggap dalam bekerja atau tidak mampu melahirkan inovasi pastinya akan tergilas atau tertinggal dengan sendirinya. Karena itulah ke depan pihaknya berharap agar masing-masing OPD serta ASN di lingkungan Pemkab Padangpariaman mestinya harus lebih kreatif lagi dalam melahirkan beragam terbosan atau inovasi di lingkup wilayah kerja masing-masing. (efa)





