KOMISI III DPRD Kota Padang melakukan kunjungan ke RSUD dr Rasidin yang terletak di Aie Paku Sungai Sapih, Kuranji, Rabu (24/2). Tinjauan tersebut melihat kondisi secara langsung ambruknya slop beton serta loteng di salah satu ruangan rawat penyakit dalam yang terjadi, Jumat (19/2) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kunjungan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Komisi III Helmi Moesim, dengan Anggotanya Gustin Pramona, Yandri, Amrizal Hadi, juga diikuti Ketua Komisi I Osman Ayub dan Anggota Komisi II Mailinda Rose. Kendatangan anggota DPRD Padang ini disambut langsung Direktur RSUD dr Rasidin Herlin Sridiani.
Herlin Saridiani langsung membawa rombongan anggota DPRD tersebut untuk melihat-lihat proyek pembangunan yang saat ini berjalan di RSUD Kota Padang. Tidak hanya itu, direktur RSUD ini juga memperlihatkan kondisi salah satu ruangan penyakit dalam yang hancur karena plafon terjatuh dan roboh.
Helmi Moesin mengaku merasa ada yang aneh dengan ruangan yang roboh tersebut. Jatuhnya plafon dan slop beton bangunan tersebut kemungkinan karena adanya unsur bangunan yang tidak layak sehingga dengan mudah bisa roboh. Untuk mengetahui persoalan tersebut, Helmi Moesin menyarankan pihak RSUD segera segera melakukan pengkajian atau uji kelayakan untuk memastikan pembangunan rumah sakit tersebut tidak dilakukan dengan sembarangan.
”Jangan sampai ada nanti yang jadi korban, baik pasien maupun petugas. Ini harus dilakukan uji kelayakan,” kata Helmi Moesin.
Helmi Moesin menyampaikan, pembangunan RSUD termasuk salah satu proyek besar di Kota Padang dengan sumber dana dari PIP. Sebagai proyek berskala besar harus ada kajian yang jelas sehingga pembangunannya nanti tidak bermasalah yang berakibat fatal terjadinya jatuh korban. “Apalagi, seperti diketahui Direktur RSUD tersebut baru beralih dari yang lama ke pejabat yang baru,” jelasnya.
Menurutnya, pihak RSUD harus berkoordinasi dengan dinas terkait khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mencarikan solusi terbaik. Ia berharap pembahasan itu dapat direalisasikan sesegera mungkin termasuk solusi dalam waktu dekat terhadap banjir yang selalu terjadi di RSUD saat curah hujan tinggi.
Dirut RSUD dr Rasidin Herlin Sridiani menjelaskan ambruknya salah satu bangunan tersebut beriringan dengan terbakarnya insemininator atau mesin pembakaran sampah medis dan daur ulang pada Jumat kemarin
Pihaknya juga telah mempersiapkan surat dan kelengkapan berkas yang ditujukan ke Dinas PU Padang untuk dapat melakukan cek ulang pada struktur bangunan rumah sakit. Dia juga berharap pengkajian ulang tersebut bisa secepatnya dilakukan untuk bisa memberikan kenyamanan dan kemanan bagi pasien dan juga petugas rumah sakit. (*)





