PADANG, METRO – Hari ini (28/10), seluruh masyarakat Sumbar memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 91. Peristiwa bersejarah tersebut merupakan tonggak penting bagi perjalanan bangsa ini. Bertanah air satu, satu bangsa, serta satu bahasa adalah pengikat, sekaligus identitas kita sebagai warga negara.
Berangkat dari sejarah perjuangan para pemuda, maka sebagai generasi bangsa harus menjaga pengorbanan dan perjuangan mereka. Menjaga agar Ranah Minang bisa lebih mandiri. Menjaga agar tak dikuasai oleh orang asing. Tak kalah penting, menjaga semangat sekaligus idealisme pemuda.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslimin Indonesia (KAMMI) Sumbar, Abu Said berpendapat, jika berbicara sumpah pemuda yang tersirat adalah ada tekad. Saat ini dia melihat seiring dengan perkembangan zaman maupun isu-isu yang ada di bangsa ini. Harusnya sebagai pemuda kembali menghayati makna dari sumpah pemuda tersebut.
“Kita berharap ada tekad dari persatuan pemuda. Berdasarkan permasalahan yang ada di bangsa ini harusnya kita semua sebagai pemuda kembali meresapi makna dari sumpah pemuda. Kita harus bersatu, dalam artian bersatu untuk menyatukan gagasan dalam melahirkan ide-ide kreatif,” kata Abu Said saat dihubungi Posmetro, Minggu (27/10).
Ke depan, Abu Said menyarankan, harus muncul pemuda-pemuda yang menjadi harapan sebagai pemimpin masa depan yang unggul ketika beranjak dari persatuan tersebut. Artinya, tidak ada gesekan-gesekan antara mereka sebagai pemecahbelah. Karena, generasi muda merupakan tongkak kemajuan bangsa.
“Pemuda-pemuda di Sumbar jangan mudah terpecah belah. Mereka adalah tiang sebagai kelanjutan bangsa ini ke depan,” ujar Abu Said.
Abu Said berpesan, pemuda harus tetap bersatu. Rajutlah rasa persatuan sehingga apapun gejolak yang bergulir saat ini, baik itu dari bidang ekonomi, sosial, hukum, hingga politik. Pemuda harus bisa mencemar isu-isu tersebut agar bisa memberikan andil sebagai motor pegerak dalam meluruskan permasalah bangsa.
“Kekurangan dari ekonomi hingga politik, harus muncul pemikiran yang cemerlang dari pemuda tersebut untuk bisa meluruskan permasalah bangsa pada hari ini. Jangan mudah terprovokasi, harus beranjak dari pokok pikiran kita,” ucap Abu Said.
Menurut Abu Said, para pemuda boleh saja berbeda pandangan, namun tidak boleh berbecah belah. Perlu fokus pada pemantapan diri menjadi generasi penerus yang bersih bergerak sesuai alur. Jangan terlalu praktis memikirkan masa depan, karena anak muda perlu memupuk jiwa kepemudaan dan kepemimpinan.
“Pemuda juga harus menanamkan jiwa kepemimpinan. Sehingga apa yang terjadi hari ini, seperti memilih pemimpin yang kita harapkan ataupun pemimpin yang peduli terhadap rakyat. Itu bisa hadir di masa yang akan datang. Jadi kita perlu satukan lagi arti dari sumpah pemuda tersebut, maka muncul pemuda masa depan yang memperhatikan bangsa,” kata Abu Said.
Terkait dengan kemajuan teknologi, Abu Said mendorong generasi muda cerdas dalam menggunakan media. Jangan hanya sekedar konsumtif terhadap teknologi yang berkembang. Namun, pemuda harus menjadikan perkembangan tekonologi sebagai media untuk menyampaikan ide dan gagasan positif.
“Biasanya tidak sulit untuk menyampaikan kebenaran tersebut, tidak sulit menyampaikan apa yang menjadi ide-ide cemerlang bagi kita, dan tidak sulit untuk menyampaikan kritikan kepada penguasa,” ulas Abu Said.
Terakhir, Abu Said meminta anak muda tidak terlalu fokus kepada aplikasi-aplikasi maupun game yang hanya memanjakan pribadi mereka. Karena, seiring dengan perkembangan teknologi seharusnya hal tersebut dapat menjadi acuan sebagai perbaikan dari aspirasi pemuda dapat tersampaikan kepada pihak terkait.
“Cukup kita menikmati semua itu saja. Dahulu kita menyampaikan segala sesuatunya melalui surat, dan pada hari ini kita juga bisa sampaikan bahwasanya kita peduli, itu bisa dengan adanya teknologi saat ini. Hindari gunakan gadget, game. Gunakanlah secukupnya saja,” tukasnya. (mil)





