PADANG, METRO – Secara nasional, data dari Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tercatat bahwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia, dalam kurun waktu 4 tahun terakhir ini trennya lebih banyak naik ketimbang turun.
“Nah untuk itu pada saat Operasi Zebra Singgalang 2019 yang sudah ditabuh itu, siswa dan masyarakat lain untuk dapat mematuhinya,“ ujar Dirbinmas Polda Sumbar Kombes Pol Nasrun Fahmi, melalui Kasubdit Bimtibsos AKBP Zulbahri didampingi Paur Kaur Sibintur AKP Syafrizen di hdapan ratusan siswa SMK N 5 saat kegiatan Tiada Hari Tanpa Silaturahmi (THTS) .
Dikatakan, secara detail, jumlah kecelakaan lalu lintas pada 2014 mencapai 88.897 kejadian, selanjutnya 2015 naik menjadi 96.073, naik lagi di tahun selanjutnya menjadi 106.591 kejadian, dan turun ke 104.327 selama 2017.
Kemudian, naik lagi di 2018 dengan jumlah 107.968 kejadian. Secara korban yang meninggal dunia, rata-rata mencapai 30.000 orang per tahun, atau 80 orang per hari.
Berbeda dengan korban luka berat yang secara tren selalu menurun dalam empat tahun terakhir atau rata-rata per tahun sekitar 20.000 orang.
“Apabila dilihat lebih dalam lagi korban laka lantas dalam 4 tahun terakhir ini 57 persen dari usia 15-38 tahun, dan secara profesi masih pelajar dan juga mahasiswa atau menyumbangkan sekitar 25 persen,” katanya.
Ditambahkan Paur Sibintur AKP Syafrizen Datuak Rang Batuah, selain tata tertib berlalu lintas, Polda Sumbar nyinyir mengingatkan kepada siswa untuk menjauhi narkoba dan tangkal gerakan radikalisme.
“Pada usia pelajar ini sangat rentan sekali disusupi perbuatan jahat tersebut. Obatnya adalah akhlak dan takwa kepada Allah SWT. Selain itu butuh perhatian orangtua dan pihak terkait lainnya,” sebut Syafrizen.
Sementara itu Kepala SMKN 5 Padang, Depta Mahendra S.Pd, MM mengaku sangat puas dengan adanya tim Polda Sumbar masuk sekolah itu.
“Saya mendukung Polda Sumbar tentang bahaya narkoba, radikalisem dan tertib berlalu lintas. Program ini sangat mampuh untuk ditindaklanjuti oleh sekolah sekolah yang ada di Sumbar ini,” sebut Depta Mahendra. (ped)





