BEKASI, METRO – Kemenangan tim kebanggan “Urang Minang” Semen Padang FC mengahadapi Persija Jakarta dalam laga tunda di Liga 1 Indonesia berahkir dramatis dengan skor 1-2 untuk Semen Padang FC di Stadion Candrabhaga, Bekasi. Kemenangan tersebut otomatis menghantarkan tim yang berjuluk Macan Kemayoran tersebut tersungkur ke zona merah Liga 1.
Beranjak ke posisi 13 papan klasemen sementara Liga 1 dengan torehan poin 22 membuat pasukan Eduardo Almeida cukup lega, pasalnya sedari kick off Liga 1 Indonesia dimulai, tim asal Sumbar ini hanya berkutat di zona merah saja, dan kini ia berada pada papan tengah klasemen Liga 1Indonesia.
Kemenangan dua gol dari Semen Padang tersebut dihasilkan melalui dua pemain pengganti Semen Padang, yaitu Vendry Mofu menit ke 57 dan Mariando Djonak Uropmabin 90+4.
Dengan strategi yang matang, keputusan Eduardo Almeida menurunkan Roni Rosadi, Vendry Mofu, dan Mariando Uropmabin pada babak kedua berbuah manis, meskipun sempat tertinggal 1-0 oleh tuan rumah, namun dengan ambisi dan tekad yang kuat dari tim yang berjuluk Kabau Sirah pada babak kedua mampu memanfaatkan kelengahaan pemain bertahan Persija, sehingga kedudukan yang awalnya 1-0 tersebut berubah menjadi 1-2 untuk kemenangan Semen Padang FC.
Menanggapi hasil baik tersebut, Pelatih Kepala Semen Padang FC Eduardo Almeida usai laga mengatakan bahwa permainan tersebut sungguh menarik, pasalnya kedua tim sama-sama bertekad untuk menang demi posisi aman di Liga 1 Indonesia.
“Very hard game, very good team. Kami Semen Padang merasa sulit karena menghadapi tim besar seperti Persija, namun karena kerja keras dan tekad pemain-pemain untuk bisa mencuri poin disini, keadaan berubah dibabak kedua, kami berhasil memenangkan pertandingan, dan saya akui pertandingan kali ini sungguh menarik, kedua tim tampil maksimal, selamat Semen Padang,” ungkap Eduardo.
Dengan strategi yang apik, para pemain Semen Padang mampu mengaplikasikan intruksi yang diberikan Eduardo Almeida di pinggir lapangan, dengan keadaan tertekan dan tertinggal, Almeida mengambil keputusan untuk tetap lakukan strategi menyerang alhasil Mariando menjadi penentu kemenangan Semen Padang FC setelah memanfaatkan serangan balik dan umpan cantik oleh Vanderlei Fransisco.
“Kami ambil keputusan berani mencoba lebih menyerang, pada babak kedua saya berikan intruksi serangan balik, semua berjalan baik, saya ucapkan selamat kepada kedua tim yang sudah bermain baik,” tuturnya.
Melakukan rotasi pemain, Eduardo mengatakan bahwa itu adalah bentuk dari starteginya. ”Pergantian pemain itu bentuk strategi, bukan berarti yang ditarik itu bermain tidak baik, dlsemua pemain baik kok,” ujarnya.
Sementara itu, pemain Semen Padang FC Mariando Djanok Uropmabin ucapkan rasa syukurnya, atas raihan positif yang berhasil dicapai oleh tim Semen Padang FC melalui gol penentu kemenangannya di penghujung babak kedua.
“Saya bersyukur kepada tuhan untuk kemenangan sore ini, manajemen dan pemain, ini tekad dan kerja keras kami dan kami berhasil meraihnya,” ujarnya.
Meskipun hanya baru dua kali diberikan kesempatan bermain oleh pelatih Eduardo Almeida, namun Mariando mengatakan itu bukan masalah, yang jelas ia berkata akan selalu menampilkan permainannya yang maksimal untuk tim.
“Saya diberi kesempatan bermain, saya memanfaatkan kesempatan itu, saya tunjukan semaksimal mungkin, agar kedepannya saya bisa kembali dipercaya oleh coach,” ujarnya. (heu)





