SUKARNOHATTA, METRO – Kulitas udara di Kota Payakumbuh pada 15 Oktober lalu, sempat dinyatakan tidak sehat akibat tebalnya kabut asap impor dari provinsi tetangga seperti Riau, Jambi dan Sumsel. Dimana dari pengukuran yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup setempat di area terminal Koto nan Ampek pukul 12.00 sampai 13.00 Wib menunjukkan kualitas udara Payakumbuh berada pada angka Nilai Setara ISPU 139, itu artinya tidak sehat.
Sedangkan untuk kualitas udara baik berada di rentang ISPU 1-50. Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Kepkapedal) KEP.107/1997.
Meski begitu, pada Rabu (16/10) siang menjelang sore terlihat kondisi kabut asap sedikit menipis dari hari sebelumnya. Diperkirakan, jumlah titik hotspot diwilayah kejadian kebakaran semakin berkurang. Meski begitu, masyarakat tetap khawatir dengan kondisi kabut ASAP yang sewaktu-waktu kembali tebal.
”Masih berkabut bang. Hari ini lumayan agak mending kalau dibanding Selasa. Ya, bisa saja karena api mulai padam sehingga asap mulai berkurang atau bisa saja arah angin tidak ketempat kita. Mudah-mudahan segera hilang, sehingga kita merasa aman saat berada di luar rumah,” sebut Topik, salah seorang pengendera di Jalan Sukarno Hatta, Kota Payakumbuh.
Wali Kota Payakumbuh, H. Riza Falepi menyebut dari hasil pengukuran kualitas udara Payakumbuh saat ini, Pemko masih belum bisa memastikan untuk mengambil kebijakan untuk meliburkan siswa sekolah, karena kabut asap ini baru kembali lagi datang sejak 3 hari kebelakangan.
“Kita masih pantau dulu perkembangan dalam beberapa hari kedepan, apabila kabut asap semakin tebal maka kita siap mengambil langkah kebijakan bagi masyarakat dan anak-anak kita dalam menghadapi bahaya kabut asap ini,” kata Riza.
Sementara itu Riza juga menghimbau kepada warga untuk berjaga-jaga dan meningkatkan kemandirian dalam menjaga kesehatan keluarga, bukan hanya pada saat ada keadaan kabut asap seperti ini, tetapi juga pada hari biasa.
“Pastikan minum air putih yang cukup, perbanyak konsumsi buah-buahan, bagi ibu-ibu yang punya anak jangan dibiarkan bermain lama-lama di luar rumah mengingat kabut asap yang kita tidak tahu apakah akan semakin tebal nantinya dan berbahaya bagi pernafasan anak,” imbau Riza Falepi yang digadang-gadang banyak pihak untuk maju menjadi Gubernur Sumbar mendatang. (us)





