SAWAHLUNTO, METRO – Sejak program rumah tahfidz binaan Pemerintah Kota Sawahlunto diluncurkan beberapa waktu lalu, semangat generasi Sawahlunto menghafal AL Quran semakin meningkat. Hal ini terlihat dari tumbuh suburnya jumlah Rumah Tahfidz dalam setahun terakhir.
Dalam workshop Pengelolaan Rumah Tahfidz yang diikuti 40 orang Guru dan Pengurus Rumah Tahfidz se Kota Sawahlunto di Hotel Parai, Selasa (15/10), Kabag Kesra Setko Sawahlunto Zardinal Basyir mengungkapkan, pada awal 2019 ada 8 rumah Tahfidz binaan Pemko, pada pertengahan tahun bertambah 2 lagi. Sehingga ada 10 Rumah Tahfidz yang disupport oleh Pemko selama 2019.
Jumlah ini terus bertambah karena ada beberapa rumah tahfidz yang baru berdiri dan sudah memulai kegiatan pembinaan. “Saat ini 25 Rumah Tahfidz se-Kota Sawahlunto baik yang sudah beroperasi maupun yang akan memulai kita undang mengikuti workshop ini” ujarnya.
Tingginya support masyarakat menumbuhkan Rumah Tahfidz disambut Walikota. Deri Asta Walikota Sawahlunto mengapresiasi, dukungan masyarakat terhadap Program ini, yang merupakan salah satu realisasi dari visi misi pemerintahannya meningkatkan kehidupan beragama.
Ia mengatakan, tidak akan membatasi jumlah Rumah Tahfidz yang akan menjadi binaan Pemko Sawahlunto, selama memenuhi syarat. Mempersiapkan landasan agama dan menanaman karakter yang kuat kepada generasi menghadapi era globalisasi dan keterbukaan informasi menjadi tujuan utama program Deri Asta-Zohirin Sayuti ini.
“Kita tidak bisa menghambat era globalisasi, tapi kita bisa mempersiapkan anak-anak dengan karakter yang bagus melalui Rumah Tahfidz,” ujar Deri.
Deri juga menyebut manfaat lain membina anak menjadi Hafidz “sudah banyak Institusi yang mengakui Hafidz Quran, contohnya Universitas Indonesia, kampus paling bergengsi di Indonesia saja membebaskan tes masuk bagi calon mahasiswa yang hafidz 30 juz Al Quran”.
Deri berharap dengan besarnya dukungan dari masyarakat terhadap program Rumah Tahafidz ini, Sawahlunto akan menjadi gudang pencetak generasi Hafidz Qurani. Sementara itu Irsyad, M.Si dosen STAI PIQ, narasumber dalam workshop tersebut mengatakan mulailah Rumah Hafidz dari diri sendiri, wakafkan dulu diri kita untuk menjadi penghafal Al Quran.
Dengan mewakafkan diri Insya Allah akan diberi kemudahan dalam menghafal dan mengembangkan Rumah Tahfidz, bahkan dijamin Allah untuk kemudahan dalam urusan dunia akhirat. (zek)





