BUKITTINGGI, METRO – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Gaduik, SPBU Gaduik, Kecamatan Tilatang Kamang, mengalami kebakaran, Minggu (13/10) sekitar pukul 19.00 WIB. Beruntung, dalam kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun beberapa pompa dan satu unit mobil minibus ludes dilahap si jago merah.
Diduga, mobil minibus Suzuki Carry itulah yang menjadi penyebab kebakaran karena menggunakan tangki yang telah diperbesar at (tangki siluman)au dimodifikasi. Ketika sedang melakukan pengisian BBM jenis premium dalam jumlah banyak, tiba-tiba saja ada percikan api dari dalam mobil yang kemudian menyambar selang pengisian pompa SPBU dan api langsung membesar.
Karyawan SPBU bergerak cepat mengambil alat pemadam racun api dan menyemprotkannya ke titik api. Namun, api dengan cepat menyebar dan berkobar dengan ganasnya membakar mobil hingga pompa SPBU. Tak lama berselang, mobil pemadam dari Bukittinggi, Agam dan Padangpanjang tiba di lokasi untuk memadamkan api.
Hampir 30 menit berjibaku dengan menyemprotkan air yang dicampurndeterje, api berhasil dipadamkan. Setelah itu, Polisi memasang garis polisi di lokasi untuk kepentingan penyelidikan mengungkap penyebab kebakaran. Pascakebakaran, operasional SPBU dihentikan lantaran banyak kerusakan akibat kebakaran.
Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Pradipta Putra Pratama yang ikut serta melakukan pemadaman api di lapangan mengatakan kebakaran pada SPBU bernomor register 14.261.532 tersebut diduga berawal dari terbakarnya sebuah mobil saat pengisian BBM. Api yang berasal dari mobil tersebut merambat ke tanki BBM SPBU.
“Kita belum mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut, karena masih penyeldikan. Di lokasi suidah dipasang garis polisi dan untuk sementara tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Untuk kerugian semua yang terjadi dari kebakaran tersebut belum bisa ditafsirkan beberapa jumlahnya, karena tim Identifikasi akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” Jelasnya.
Kepala Dinas Damkar Bukittinggi Martius Bayu mengatakan sumber api diduga dari mobil yang mengisi BBM dengan tangki tambahan. Untuk memadamkan api, diterjunkan empat mobil damkar yang dibantu dua mobil damkar dari Agam. Api bisa dipadamkan sekitar 20 menit setalah pihaknya tiba di lokasi.
“Untuk kerugian, ada satu unit mobil dan dua unit pompa SPBU untuk premium dan pertalite. Kerugian ditaksir sekitar Rp 60 juta dengan rincian Rp 40 juta dari SPBU dan Rp 20 juta untuk mobil carry. Sedangkan korban jiwa nihil,” pungkasnya. (u)





