BERITA UTAMA

Kemenangan Pertama Sejak 2004

0
×

Kemenangan Pertama Sejak 2004

Sebarkan artikel ini

KEMENANGAN 2-0 atas AS Roma tak hanya memuluskan langkah Real Madrid menuju perempatfinal Liga Champions. Hasil ini juga melegakan Los Blancos yang memutus puasa kemenangan 12 tahun di Negeri Pizza itu.
Pada duel leg pertama babak 16 besar yang dihelat di Olimpico Roma, Kamis (18/2) dinihari WIB, Madrid menang dua gol tanpa balas lewat gol-gol Cristiano Ronaldo dan Jese Rodriguez, yang semuanya dibuat di babak kedua.

Dengan hasil ini, Madrid nyaris dipastikan menggenggam tiket perempatfinal di tangan. Pasalnya, menurut catatan Infostrada, Madrid punya peluang 97,7 persen untuk lolos ke babak selanjutnya. Sementara itu, dari 14 tim Italia yang kalah di kandang pada leg pertama dengan minimal selisih dua gol atau lebih, tidak ada satupun yang berhasil lolos.

Bagi Madrid, kemenangan atas Roma juga berhasil memutus salah satu “kutukan”, yakni tak pernah menang di kandang tim-tim Italia dalam 12 tahun terakhir. Terakhir kali mereka menang adalah pada 8 Desember 2004, juga melawan Roma dengan skor 3-0.

Setelahnya, Madrid delapan kali berkunjung ke Italia tanpa membawa pulang satu kemenangan, yakni empat seri dan empat kalah. Di babak semifinal musim lalu, Madrid takluk 1-2 dari Juventus di leg pertama.

Meski berhasil menghapus kutukan dan berpeluan lolos, Pelatih Zinedine Zidane, memperingatkan timnya bahwa mereka belumlah lolos. El Real cuma butuh minimal hasil imbang saja ketika gantian menjamu Giallorossi di leg kedua, 8 Maret mendatang. Sedangkan untuk Roma, butuh kemenangan paling tidak 3-0 dan untuk mencapainya di Santiago Bernabeu bukan perkara gampang.

Baca Juga  Pria Paruh Baya Kepergok Perkosa ODGJ, Kondisi Setengah Bugil, Lampu Kamar Dimatikan, Ditangkap Warga lalu Diserahkan ke Polisi

“Dua gol tandang yang kami ciptakan sangat penting. Kami belum lolos, karena di sepakbola belum benar-benar tuntas sebelum peluit panjang,” cetus Zidane.

Madrid tidak terkalahkan dalam 25 laga kompetitifnya di kandang sendiri di semua kompetisi sejak dipermalukan Schalke 3-4 dalam laga perempatfinal musim lalu.

“Final? Kompetisi masih sangat panjang. Kami masih harus melakoni leg kedua di putaran ini untuk sebuah awal mula, tapi rasanya menyenangkan melihat adanya perayaan di skuat kami,” cetus suksesor Rafael Benitez itu.
Meski kalah, AS Roma dinilai sudah tampil apik kala menjamu Real Madrid di leg I babak 16 besar Liga Champions. Bahkan Roma disebut sudah menunjukkan performa terbaik di musim ini.

Meski takluk, anak asuh Luciano Spalletti sendiri sebenarnya bermain relatif baik. Di babak pertama, mereka berhasil meredam Los Blancos hingga tak mampu mencatatkan satupun tembakan ke arah gawang. Satu-satunya ancaman paling berbahaya di paruh pertama adalah sepakan Marcelo yang melebar tipis ke kanan gawang Wojciech Szczesny.

Di babak kedua pertandingan lebih terbuka. Madrid berhasil mencatatkan lima upaya tepat sasaran sementara Roma punya dua. Meski tampak timpang, Giallorossi punya sejumlah potensi ancaman yang bisa dikatakan oke.
Tusukan-tusukan Mohamed Salah beberapa kali berhasil menembus pertahanan Madrid, namun kandas karena sentuhan akhir yang kurang sip atau kontrol bola yang buruk. Edin Dzeko juga sempat punya peluang di dalam kotak penalti, namun sepakannya melebar.

Baca Juga  Polri Pastikan Situasi Tetap Kondusif Jelang Putusan Sengketa Pilkada di MK

Roma juga punya klaim penalti saat Florenzi diganjal Daniel Carvajal. Tapi wasit bergeming. Bagaimanapun, dari sisi performa Florenzi menilai Roma sudah tampil oke melawan salah satu kandidat juara Liga Champions musim ini. Soal penalti, dia juga tak mau terlalu mempersoalkan.

Pelatih AS Roma, Luciano Spalletti, menilai timnya sudah bermain baik saat menghadapi Real Madrid. Menurut Spalletti, Roma akhirnya kalah karena tak beruntung.

Situs resmi UEFA mencatat Madrid unggul penguasaan bola 60-40%. Madrid menciptakan 19 percobaan mencetak gol dan lima di antaranya mengarah ke gawang, sementara Roma membuat 10 upaya mencetak gol dan cuma satu yang tepat sasaran.

Spalletti mengakui bahwa Madrid lebih efisien dalam memanfaatkan peluang. Sebaliknya, peluang-peluang Roma yang didapat William Vainqueur, Mohamed Salah, dan Edin Dzeko tak berujung gol.

“Kami senang para suporter memberi kami aplaus. Mereka menyadari bahwa para pemain sudah memberikan segalanya dan kami hanya tidak beruntung hari ini,” ujar Spalletti di situs resmi UEFA.

“Kami mengawali pertandingan dengan tepat, tapi tak bisa mencetak gol. Sebaliknya, Madrid sangat efisien. Melawan mereka, Anda tak boleh membuat kesalahan sekecil apapun. Ketika kami kebobolan gol pertama, kami menjadi takut dan itulah kenapa kami kebobolan gol kedua. Kami beberapa kali kehilangan keseimbangan, tapi saya senang dengan penampilan kami secara keseluruhan. Kami tampil bagus di babak kedua,” pungkasnya. (*/ren)