JAKARTA, METRO – Pesatnya perkembangan ekonomi digital dan e-commerce membuat milenial makin variatif dalam berinvestasi. Salah satu instrumen investasi yang banyak diburu milenial adalah Surat Berharga Negara (SBN).
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menuturkan, memang banyak milenial membeli Savings Bond Ritel (SBR) -salah satu varian SBN- dalam nominal kecil. Namun, jumlahnya terus tumbuh.
“Kalau saya lihat setiap kali melakukan penjualan SBR justru yang beli mayoritas milenial. Jumlahnya kecil. Karena yang punya duit (banyak) masih kolonial, (alias) yang tua,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (11/10).
Oleh karena itu, ke depan Kemenkeu akan memecah pembelian SBR dalam denominasi lebih kecil. Saat ini, nominal terkecil pembelian SBR yaitu Rp1 juta. Sedangkan paling banyak adalah Rp3 miliar.
Ekonomi digital dan e-commerce, sambung Sri Mulyani, membuat uang dengan nominal sekecil apapun tidak ‘terbuang sia-sia’ alias masih berharga. Satu rupiah saja bisa memiliki nilai dalam ekonomi digital.
“No money is too low di dalam digital ekonomi. Itu yang sangat luar biasa. Tidak ada uang yang dianggap terlalu kecil untuk memberi value,” ungkap eks Direktur Pelaksana World Bank ini.
Tak hanya itu, Sri Mulyani menyebut Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat di Asia. Nilai ekonomi digital di Indonesia bahkan diproyeksi melesat dari USD 40 miliar pada 2019 menjadi USD 130 miliar pada 2025.
Sebagai informasi, baru-baru ini pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), mengeluarkan SBN yaitu SBR seri 008 (SBR008). Dikutip dari www.kemenkeu.go.id, Minggu (15/9), SBR merupakan salah satu instrumen pembiayaan negara yang ditawarkan kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia (WNI).
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penerbitan SBR008 akan digunakan untuk pembiayaan APBN 2019. Di antaranya untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Adapun kupon yang ditawarkan yaitu sebesar 7,2 persen pertahun, dengan bunga mengambang. Jangka waktu investasinya dua tahun, dengan pencairan awal pada tahun pertama maksimal 50 persen. Minimal pemesanan SBR008 ini yaitu Rp 1 juta, sedangkan maksimum pemesanannya Rp 3 miliar per investor. (jpc)





