RABU (17/2), ketika 12 pasangan bupati/wali kota se-Sumbar dilantik, Istana Gubernur Sumbar bak pasar. Seribuan orang sesak memadati kawasan yang berada di Jalan Jenderal Sudirman itu. Tak hanya undangan, tamu tak diundang pun juga banyak yang datang.
Pantauan POSMETRO di lingkungan Istana Gubernur yang luasnya sekitar 1 hektar lebih, ramai dihadiri. Mulai dari PNS, swasta, anggota DPR dan DPRD, tokoh, serta masyarakat biasa. Ada sekitar seribu lebih orang yang datang ketika itu.
Di dalam ruangan pelantikan, memang terbatas. Untuk yang bisa masuk, juga ditentukan. Ada sekitar 300 orang di dalam ruangan itu. Sementara, di luar ruangan itu, tepatnya di pekarangan, jumlah orang yang datang sangat banyak.
Ada yang sedang bersempit-sempitan di bawah tenda yang telah disediakan. Ada pula yang berdesakan untuk menonton TV yang menayangkan siaran langsung prosesi pelantikan. Lingkungan yang rasanya begitu luas, saat itu jadi terasa sempit.
Di bagian taman, baik itu di sisi kanan, kiri, depan belakang, juga banyak orang. Mereka bersantai di taman. Seperti pergi liburan saja mereka. Duduk menyimpuh, laki-laki perempuan di atas rumput pekarangan itu. Di bagian gerbang dan pintu masuk ruangan pelantikan, juga terlihat puluhan aparat keamanan.
Begitu juga di bagian jalan Jendral Sudirman, depan istana tersebut. Walaupun telah dikerahkan petugas pengamanan lalu lintas, namun jalan tersebut tetap macet. Bahkan, arus jalan sempat dialihkan karena padatnya kendaraan di lokasi itu. Kendaraan yang parkir di badan jalan ketika itu, ada sekitar puluhan. Ada juga ratusan kendaraan lainnya yang diparkir di pekarangan kantor gubernur Sumbar.
Padahal, jika dikalkulasikan dengan jumlah undangan yang disebar oleh panitia, tentu sangat tidak sepadan. Jika tamu yang hadir itu datang sesuai jumlah undangan yang disebar sebanyak 40 undangan per kabupaten/kota yang dilantik, maka jumlah yang hadir tidak akan sebanyak ini.
“Undangan yang disebar masing-masing daerah tidak berubah, hanya 40. Tapi kita tentu tidak bisa benar-benar membatasi,” sebut Kepala Biro Pemerintahan Sekretariat Provinsi Sumbar, Mardi di lokasi acara, Rabu (17/2).
Menurutnya, undangan yang bisa dibatasi hanya yang masuk ruangan pelantikan, sebanyak 23 orang masing-masing daerah. Meski demikian, ia menilai membludaknya tamu bisa dimaklumi. Karena pelantikan serentak seperti yang dilakukan saat ini merupakan yang pertama kali dilakukan. “Ini sejarah. Harus dimaklumi juga,” katanya.
Sementara itu, salah seorang staf humas Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Hendri Gunawan mengakui, tamu yang datang dari daerahnya jauh lebih banyak dari jumlah undangan. “Ini inisiatif masing-masing saja,” tuturnya.
Sementara, Yudi (29), salah seorang tamu dari Pasaman yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, dari Pasaman ada sebanyak 100 lebih rombongan kendaraan yang datang. Tujuannya, untuk menghadiri pelantikan sekaligus syukuran di rumah pribadi kepala daerah yang dilantik. “Iya, kita banyak dari Pasaman kemarin. Ada dari pendukung kepala daerah ini, ada juga dari keluarga, dan PNS Pasaman,” jelasnya. (**)





