Pertamina: Belilah di Pangkalan Resmi, Harga Capai Rp25 Ribu-Rp27 Ribu
KHATIB, METRO – Keberadaan gas 3 kilogram makin langka di Kota Padang. Untuk mengantisipasi meluasnya kelangkaan, Tim Pengawas Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Padang sudah diturunkan dan mengamankan para pelaku penyimpangan.
“Tim pengawasan sudah turun sejak Kamis (10/10) pagi. Mereka telah mengamankan sejumlah pelaku penyimpangan pendistribusian gas 3 kg,” sebut Kepala Disdag Kota Padang, Endrizal, Kamis (10/10), yang masih berada di Madinah ini.
Sampai saat ini, gas LPG 3 kg dibeberapa titik masih langka. Hal itu disebabkan karena sejumlah pihak menjual kepada pihak yang tidak pantas memakainya. Sesuai aturan, gas 3 kg hanya diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan usaha kecil mikro. Tapi sekarang banyak dipakai oleh pelaku usaha besar.
Sementara, di sisi lain, kuota gas LPG 3 kg untuk Kota Padang tak bisa lagi bertambah. “Untuk sementara, kita hanya bisa melakukan penertiban, karena kuota gas 3 kg untuk Padang tak bisa ditambah,” sebutnya.
Seperti yang diketahui, hampir satu bulan terakhir, gas 3 kg langka. Masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga menjerit karena mereka tak dapat lagi memasak.
“Sudah bakaliliang ambo mancari gas 3 kg, dak ado urang manjua,” sebut Marnis (44), salah seorang warga Kuranji.
Ia beharap pemerintah segera menambah kuota gas LPG. Karena saat ini ada masyarakat hampir tak bisa memasak makanan karena tak ada gas melon tersebut. Saat ini, gas yang dijual adalah gas dengan tabung berwarna pink dengan harga mencapai ratusan ribu per tabung.
“Alah makin marasai masyarakaik ketek ko. Gas untuk mamasak sajo dak ado urang manjua lai. Tiok batanyo kakadai, jawabannyo kosong taruih,” sebut Marnis.
Warga lainnya Dewi (35) mengatakan kesulitan mendapatkan gas ini sudah dirasakan sejak satu bulan lalu. Sekitar dua minggu lalu dia membeli gas LPG isi ulang seharga Rp23 ribu per tabung.
Sekarang, gas nya sama sekali tidak ada yang menjual. “Dengan apa kami mau memasak lagi. Kalau gas saja tak ada orang yang jual,” tegasnya. Ia berharap aparat terkait segera bertindak, sebelum teriakan warga semakin keras.
Pertamina Pastikan Stok Aman
Sementara itu, Pertamina memastikan stok gas elpiji 3 kg di Kota Padang, masih mencukupi. Adanya isu kelangkaan, hanya dimanfaatkan oknum pengecer untuk melambungkan harga. Untuk itu, warga diimbau agar melakukan pembelian elpiji di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Pertamina pun terus menegaskan komitmennya dalam menjaga pasokan elpiji di Kota Padang dengan melakukan optimalisasi penyaluran di Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE) Statika Padang. Kendati sempat mengalami kendala operasional pada Sabtu (5/10) lalu, SPPBE Statika sudah kembali beroperasi penuh menyalurkan elpiji. Bahkan, SPPBE menambah waktu operasional hingga pukul 20.00 WIB untuk memastikan penyaluran kembali normal.
“Saat ini berkembang isu kelangkaan di masyarakat dengan mengacu data stok dan harga di pengecer. Ini keliru, karena Pertamina menjamin stok tersedia sesuai HET di tingkat pangkalan resmi. Pengecer bukan distributor resmi elpiji 3 kg, sehingga tidak bisa dijadikan patokan,” kata Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, M. Roby Hervindo, Kamis (10/10).
Roby menegaskan pihaknya menindaklanjuti laporan di seputar Kota Padang dengan memeriksa stok di pangkalan-pangkalan. Dari pemeriksaan lapangan, posisi stok per Selasa (8/10) ternyata tersedia. Misalnya, di pangkalan Gindera wilayah Padang Selatan, tersedia 150 tabung. Pangkalan Jafri di Lubuk Begalung ada 250 tabung, Pangkalan Musli wilayah Bungus Teluk Kabung terpantau 50 tabung dan pangkalan dewi wilayah Padang Timur tercatat 310 tabung.
“Kami mengimbau warga jangan termakan isu yang sengaja dimunculkan oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan. Warga seharusnya melakukan pembelian elpiji 3 kg di pangkalan. Dan jangan mudah terhasut isu kelangkaan. Isu seperti ini dimanfaatkan pengecer untuk menahan stok dan mengerek harga. Semakin ramai diisukan, semakin dimanfaatkan oleh pengecer,” kata Roby.
Berdasarkan pantauan Pertamina, harga di tingkat pengecer sudah meroket hingga Rp27 ribu per tabung. Berdasarkan catatan Pertamina, penyaluran elpiji 3 Kg subsidi pada bulan Oktober di Kota Padang sebanyak 20.560 tabung per hari. Ini meningkat sebesar satu persen jika dibandingkan bulan sebelumnya sejumlah 20.384 tabung.
Wilayah Kota Padang terbagi menjadi 11 kecamatan dan saat ini disuplai oleh 780 pangkalan. Rencana jumlah total penyaluran untuk bulan Oktober ini sebesar 646.240 tabung. Jumlah ini bertambah enam persen dibanding bulan lalu sebesar 611.520 tabung.
“Hari ini, kami melaporkan kondisi stok pangkalan pada Disdag Kota Padang dan aparat keamanan. Juga memohon dukungan pemda dan aparat meredam isu kelangkaan tidak makin meluas serta menyebabkan keresahan warga,” lanjut Roby.
Apabila warga menemukan pangkalan yang melanggar aturan HET, atau mengalami kendala pasokan agar dapat melaporkan ke Pertamina melalui saluran telepon Pertamina 135. Pertamina menindaklanjuti semua laporan yang masuk. (tin/rgr)





