BERITA UTAMA

Gelar Aksi Solidaritas, Korban Wamena Forum Masyarakat Minang Desak Pemprov Proaktif

0
×

Gelar Aksi Solidaritas, Korban Wamena Forum Masyarakat Minang Desak Pemprov Proaktif

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Minang (FMM) menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Sumatera Barat sebagai bentuk solidaritas untuk para korban kerusuhan di Wamena, Papua, Minggu (6/10). Mereka menuntut Pemerintah untuk segera menyelesaikan permasalahan di Wamena yang menimbulkan banyak korban jiwa.
Mereka awalnya berkumpul di depan Mesjid Raya Sumatera Barat sekitar pukul 08.30 WIB. Setelah itu dilanjutkan longmarch menuju kantor Gubernur Sumatera Barat. Dalam aksi tersebut, massa juga melakukan penggalangan dana untuk perantau Minang korban kerusuhan Wamena. Sementara itu di depan kantor Gubernur mereka menyampaikan aspirasi dan orasi terkait kisruh di Wamena.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan beberapa tuntutan yang meminta kepada pemerintah untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Wamena hingga menimbulkan korban Jiwa. Tuntutan tersebut di tandatangani oleh tokoh Agama Ustad Jel Fatullah, tokoh adat Irfiandi Abidin, dan di ketahui oleh Kepala Kesabangpol Provinsi Sumbar.
“Kami meminta pihak Pemprov Sumbar harus proaktif melakukan segala bentuk negosiasi-negosiasi yang di butuhkan, negosiasi dengan pemerintahan pusat dan pemerintahan Papua untuk menjamin keberadaan dan keamanan perantau Minang ke depannya serta di daerah lainnya,” ujar Ustad Jel Fatullah saat menyampaikan orasinya.
Selain itu, massa juga meminta Pemerintah dengan segala unsur-unsurnya harus menjamin terhadap aset-aset yang dimiliki oleh perantau Minang di Papua, Pemerintah harus memberikan kompensasi terhadap semua aset perantau minang yang di bakar, di rusak, dan di jarah oleh perusuh.
“Pemerintah dengan segala unsur-unsurnya juga harus fokus menyelesaikan persoalan yang terjadi di Papua, dan harus menghukum semua pelaku kerusuhan di Wamena Papua yang merusak, membakar, menjarah, serta membunuh secara keji para korban dengan undang-undang yang berlaku,”lanjut Ustad Jel Fatullah.
Selanjutnya Masaa juga memeinta Pemerintah harus mengevaluasi kinerja Kapolri terkait kasus di Papua. “Dan meningkatkan status kejahatan OPM dan KKB menjadi pemberontak, saparatis gerakan pengacau keamanan,”pungkas Ustad Jel Fatullah.
Sementara itu tokoh adat sekaligus ketua Forum Masyarakat Minang, Irfiandi Abidin mengatakan, aksi ini dilakukan terkait permasalahan yang up to date yaitu banyak korban akibat kerusuhan yang terjadi di Wamena, dimana orang Minang banyak yang jadi korban.
“Maka kita sebagai orang yang peduli kepada sesama nasib saudara kita, dan kita akan bantu dengan segala daya dan upaya kita apakah dengan donasi, pertolongan dengan cara mengevakuasi, ataupun cara-cara jangka panjang bagaimana mereka itu berada di tengah-tengah masyarakat, baik yang sudah berada di Minang ataupun yang masih menunggu evakuasi di Papua,” ujarnya.
Dikatakan Irfianda, masih sekitar 2000 orang yang masih berada di Papua menunggu untuk dievakuasi dan diangkut pulang ke tanah Minang.
“Jadi ini yang sekarang kita upayakan berkoordinasi dengan pihak pemprov untuk selalu mencarikan solusi dari setiap persoalan yang ada,” lanjutnya.
Irfianda menegaskan dalam aksi tersebut juga dilakukan penggalangan dana yang jika di total mencapai Rp 160 juta. “Ini nantinya akan disalurkan melalui lembaga kemanusian taskiyah dan WAC dan akan dilihat berapa yang akan di distribusikan untuk yang sudah berada di kampung halaman sebagai bekal hidup karena pulang hampir tidak memiliki apa-apa. Sebagian akan kita kirim untuk membelikan keperluan mereka yang masih berada di Wamena Papua,” pungkasnya. (r)