SOLOK, METRO – Pencegahan stunting (gangguan terhadap pertumbuhan) bagi remaja putri menjadi salah satu upaya dalam menurunkan kasus stunting di tengah tengah masyarakat. Untuk itu melalui berbagai kegiatan sosialisasi, pemahaman terhadap stanting tersebut sangat penting terutama bagi remaja putri yang akan mempersiapkan diri sebagai ibu.
Dalam kegiatan sosialisasi pencegahan stanting bagi remaja putri, terungkap salah satu permasalahan paling mengkhawatirkan saat ini bagi generasi penerus yakni kasus stunting. Hal ini berdasarkan riset WHO di Indonesia sebanyak 37 persen anak mengalami masalah pertumbuhan atau stunting.
Asisten Ekonomi Pembangunan Kesejahteraan Rakyat (Eksbangkesra) Kabupaten Solok, Medison saat membuka kegiatan sosialisasi pencegahan stanting bagi remaja putri mengatakan, 37 anak dari 100 anak di Indonesia mengalami masalah pertumbuhan atau stunting. Kasus ini untuk daerah Kabupaten Solok menjadi perhatian serius.
Untuk daerah Kabupaten Solok, lanjutnya termasuk tiga daerah yang rawan stunting selain Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat. Di Kabupaten Solok, berdasarkan data pusat tingkat stunting mencapai 39 persen, lebih tinggi dari stunting nasional.
Untuk menekan kasus stunting didaerah Kabupaten Solok, DinasKominfo Kabupaten Solok bersama Kementrian Kominfo RI mengadakan sosialisasi pencegahan stunting bagi remaja putri. Sebab kasus stunting bisa bermula dari perilaku hidup remaja putri yang tidak sehat.
Kalangan remaja putri yang nantinya akan menjadi calon Ibu dinilai perlu lebih memahami apa itu stunting dan cara menghindarinya. Dan melalui kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman kepada remaja putri bahwa asupan gizi dan makanan tidak sehat yang mereka makan saat ini akan berpengaruh terhadap calon generasi masa depan.
“Jadi, remaja sekarang harus memulai hidup bersih dan sehat menuju generasi bersih dan sehat (Genbest) agar generasi mendatang terhindar dari stunting,” sebut Medison.
Sementara itu terkait kegiatan sosialisasi pencegahan stanting bagi remaja putri, perwakilan Kominfo RI, Septa Dwi Anggraeni mengatakan sosialisasi pencegahan stunting telah diadakan di 30 Kota dan Kabupaten dari 60 daerah yang direncanakan. “Solok merupakan Kabupaten ke 25 diadakan forum Genbest ini,” kata Medison.
Menurutnya, forum generasi sehat dan bersih dalam pencegahan stunting ini diharapkan akan menurunkan kasus stunting Indonesia yang masih tinggi yang harusnya sesuai WHO di bawah 20 persen. (vko)





