PADANG, METRO – Tim kebanggaan urang Minang, Semen Padang FC berhasil mendapatkan poin penuh saat bertandang ke markas Perseru Badak Lampung FC dalam lanjutan Liga 1 Indonesia, Sabtu (5/10) di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung. Dengan skor akhir 0-1, Kabau Sirah sukses melewati misi balas dendam usai kalah di kandang.
Gol kemenangan kembali diciptakan oleh penyerang yang baru bergabung pada putaran dua kemarin, Vanderlei Fransisco pada menit 87. Gol di penghujung babak kedua itu memupuk asa Semen Padang FC bertahan di Liga 1 musim depan.
Artinya, Semen Padang berhasil mempertahankan tren positifnya, setelah empat laga terahkir belum pernah mencicipi kekalahan sekalipun. Hal tersebut tentu tidak terlepas dari kedatangan pelatih baru mereka, Eduardo Almeida asal Portugal.
Tangan dingin Eduardo Almeida berbuah manis. Setelah dia bergabung bersama tim asal Sumatera Barat ini, mampu merubah pola permainan tim, dan mampu meraup poin sebanyak 8 poin setelah kedatangannya tanpa pernah mengalami kekalahan.
Kemenangan perdana pada laga tandang ini membuat SP mengemas 19 poin. Namun masih berada pada juru kunci (18) klasemen Liga 1 Indonesia yang kini berjarak satu poin dari PS Barito Putera. Barito sendiri pada laga tandangnya ke Kalteng Putera hanya mampu mencuri satu poin.
Menanggapi hasil positif tersebut, Pelatih Kepala Semen Padang FC Eduardo Almeida usai laga mengatakan, anak-anak asuhnya berhasil main sesuai intruksi. “Kami bersyukur mampu menang pada pertandingan ini. Anak-anak bermain sangat baik, tenang dan mampu menciptakan banyak peluang,” ujarnya.
Ditambahkannya juga, bahwa pada pertandingan kali ini tim tuan rumah maupun tim tamu sama-sama menampilkan permainan yang menarik.
“Kedua tim bermain bagus, sama-sama jual beli serangan, BLFC sendiri juga banyak mendapatkan peluang, begitupun juga kami. Hanya saja kami lebih beruntung, sehingga kemenangan ini berhak kami dapati,” ujar Eduardo.
Eduardo juga mengatakan selamat kepada Badak Lampung, meskipun belum bisa menang, tetapi BLFC sudah bermain bagus. “Good game today, thanks for BLFC,” katanya.
Sementara itu, perwakilan pemain Semen Padang FC Yu Hyun-Ko usai laga juga mengatakan, ia dan rekan-rekannya sudah memberikan permainan yang maksimal pada laga tersebut. “Kami sudah bermain sungguh-sungguh, jangan kecewa Badak Lampung, hari ini kita lebih beruntung, kita masih belum beranjak degradasi, saya harap laga berikutnya tetap konsisiten, dan bisa meninggalkan zona degradasi untuk bertahan di Liga 1 Indonesia,” tutupnya.
Sejak awal pertandingan kedua tim bermain dalam tempo lamban. Badak Lampung dan Semen Padang bermain sangat hati-hati tak ingin kecolongan terlebih dahulu. Menit 13 Semen Padang mendapat peluang lewat Vanderlei Francisco. Tinggal berhadapan dengan kiper, bola masih bisa dihadang Daryono.
Tak lama kemudian gantian kesempatan Badak Lampung memiliki kesempatan, tapi, tendangan Hariyanto Panto masih melenceng. Peluang emas Semen Padang kembali gagal berbuah gol pada menit 23. Vanderlei yang sudah berdiri bebas di depan gawang, sontekannya masih membentur tiang.
Menit 40 peluang Semen Padang kembali terbuang percuma saat Guntara yang berhasil menerobos pertahanan lawan. Tinggal berhadapan dengan kiper Badak Lampung tendangannya malah melebar ke sisi gawang.
Badak Lampung langsung menggebrak pertahanan lawannya. Fernandino membuka peluang pertama, tapi bola masih melebar ke sisi gawang.
Semen Padang FC kembali nyaris membuka keunggulan. Sontekan Barthelemy masih mebentur mistar gawang Badak Lampung. Kembali Semen Padang memperoleh kesempatan mencetak gol. Namun, Flavio gagal menuntaskannya menjadi gol.
Badak Lampung mencoba lebih banyak mengurung pertahanan lawannya. Tapi, dendangan Bojan melayang tipis di atas gawang.
Pertandingan sempat memanas. Beberapa kali pemain kedua tim terlibat perselisihan. Usaha Semen Padang akhirnya membuahkan hasil di menit akhir pertandingan. Vanderlei Francisco melapaskan tendangan ke sudut gawang setelah sebelumnya terjadi kemelut. (heu)





