SOLOK, METRO – Mekanisme Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan operasional Elektronik Warung Gotongroyong (E-warong), harus dipahami. Sehingga semua lini dapat bekerja sama menyukseskan program nasional tersebut.
Untuk memberikan pemahaman terhadap BPNT dan e-warong, Dinas Sosial Kabupaten Solok melakukan edukasi kepada pihak pihak terkait. Seperti Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), Tim Koordinasi Bantuan Pangan, Perangkat Nagari, dan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok, Yandra mengatakan, BPNT merupakan bantuan sosial pangan yang disalurkan dalam bentuk non tunai dari pemerintah kepada keluarga Penerima Manfaat (KPM), senilai Rp 110.000 per KPM, melalui mekanisme uang elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan Pangan (Beras dan Telur) dipedagang bahan pangan, yamg dinantinya sebagai fasilitatornya disebut e-warong, yang bekerja sama dengan Bank Penyalur.
“Kita ingin semua pihak bisa memberikan informasi tentang bagaimana/mekanisme pengaduan program BPNT yang akan kita laksanakan di lapangan,” ujar Yandra.
Pihaknya menargetkan pada tahap pertama ini, setidaknya setiap Nagari memiliki satu e-warung, yang bisa menampung sekitar 200 hingga 300 keluarga penerima manfaat (KPM). Dan juga, untuk Nagari yang jumlah KPM nya banyak, maka E-Warong nantinya akan lebih dari satu.
Nantinya sarana-sarana penunjang lanjutnya sedang dalam persiapan. Dan ditargetkan sarana yang dibutuhkan untuk kelancaran penyaluran bantuan non tunai itu sudah bisa terlaksana dan tercapai pertengahan Oktober 2019.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan dinas terkait, mendata daerah mana saja yang akses internetnya lancar, sebab itu akan sangat penting bagi lancarnya program e-warung.
“Mungkin kita akan prioritaskan dulu nagari yang sudah tersentuh internet, kemudian untuk lanjutannya akan kita bicarakan dengan pihak terkait,” kata Yandra.
Sementara, Bupati Solok, Gusmal, mengharapkan peran aktif Nagari untuk mengawal data agar warganya yang tidak mampu bisa diusulkan masuk BDT sebagai penerima bantuan sosial.
Kemudian, sehubungan dengan pelaksanaan BPNT di Kabupaten Solok, Gusmal meminta tim pelaksana seperti tim koordinasi Bansos Pangan, dinas sosial, Korteks, TKSK, dan PKH serta pihak terkait lainya untuk bekerja secara maksimal dalam melaksanakan program ini. (vko)





