BERITA UTAMA

Geger, Wanita Gangguan Jiwa Melahirkan di Gubuk, Tanpa Bantuan Medis, Ibu dan Anak Sehat

0
×

Geger, Wanita Gangguan Jiwa Melahirkan di Gubuk, Tanpa Bantuan Medis, Ibu dan Anak Sehat

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, METRO – Seorang wanita paruh baya tanpa identitas yang diduga mengalami gangguan jiwa atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) melahirkan seorang diri di dalam gubuk tepi jalan Raya Bukittinggi-Medan tepatnya di Kelok Dalam, Jorong Pandam Gadang Ranggomalai (PGRM), Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Rabu (2/10). Kejadian itu membuat warga setempat gempar.
Warga yang bermula mendengar suara tangisan bayi, berdatangan ke lokasi. Warga merasa iba dengan wanita gangguan jiwa yang melahirkan melahirkan secara normal tanpa bantuan medis. Bayi yang dilahirkan berjenis kelamin perempuan, berat 2,5 kg dengan panjang 44 cm. Bahkan, tali pusar bayi itu belum terputus.
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Tilatang Kamang Neldawilis mengatakan, perempuan yang melahirkan itu tanpa identitas itu, diduga mengalami gangguan jiwa. Pihaknya mengetahui penemuan perempuan melahirkan di gubuk berkat adanya laporan Sekretaris Jorong PGRM Megasilvia.
“Setelah kami mendapat informasi itu, kami langsung ke lokasi dan didapati perempuan itu telah menggendong bayinya. Tetapi, ketika kita di lokasi, ternyata tali pusat bayi itu belum putus secara sempurna. Selanjutnya, kasus penemuan itu dilaporkannya ke Puskesmas Kecamatan Tilatang Kamang dan Dinas Sosial Kabupaten Agam,” kata Neldawilis yang lebih dikenal dengan panggilan Ponen.
Ponen menambahkan Dinas Sosial Kabupaten Agam akan merujuk perempuan itu ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Gadut Padang untuk mendapatkan penanganan terkait gangguan jiwanya. Ia menambahkan, sekitar 4 bulan belakang perempuan itu tiap hari bolak balik Bukittinggi-Gadut, malam hari dia tidur di gubuk pinggir jalan tersebut.
“Sore sebelum melahirkan, saya masih sempat melihat orang itu menuju gubuk dari arah Bukittinggi,. Saya memang sering melihat orang itu di Jalan Sudirman depan Mapolres Bukittinggi. Pernah saya melihat orang itu mengais makanan sisa di tong sampah,” ujarnya.
Terpisah, Petugas UGD Puskesmas Tilatang Kamang, Bidan Mildawati didampingi Kepala Ruangan Roza mengatakan pihaknya membawa perempuan dan anaknya ke Puskesmas menggunakan ambulans untuk memberikan penganan medis seperti merapikan tali pusar bayi.
“Kami potong kembali tali pusar yang tersisa untuk merapikan dan membersihkannya. Kita perkirakan ibu itu melahirkan sekitat pukul 01,00 WIB dinihari sebelum ditemukan. Hasil pemeriksaan petugas, ibu dan bayi dalam kondisi baik, dan sehat. Untuk sementara, bayi itu akan dirawat di Puskesmas Tilatang Kamang. Sementara ibunya hasil koordinasi dengan Dinas Sosial akan dirujuk ke RSJ Gadut Padang,” kata Mildawati.
Terpisah, Camat Tilatang Kamang, Ade Herlien mengatakan mengenai temuan tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas sosial untuk melakukan tindak lanjut wanita beserta anaknya. Selain itu, untuk asal usulnya dari gaya bahasa diduga dari Sumatera Utara.
“Saat ini kondisi wanita bersama anaknya dalam keadaan sehat dan rencananya pihak Puskesmas bersama Dinas Sosial akan mengirimkannya ke RSJP Padang. Sementara itu, bayinya akan ada yang mengadopsi,” pungkasnya. (u)