HAMKA, METRO – Universitas Negeri Padang (UNP) berencana mengirim 2 konselor untuk membantu menghilangkan kecemasan, stres, dan trauma pada masyarakat korban kerusuhan di Wamena, Papua. Pengiriman tenaga konselor didasari oleh kebutuhan lapangan. Sebab korban yang ada di pengungsian rentan mengalami stress.
“Rencananya dua orang kita kirim ke sana. Mereka masih persiapan, jadwal berangkatnya nanti kami sampaikan lebih lanjut. Pengiriman tenaga konselor ini juga permintaan dari Gubernur. Sebab korban yang ada di pengungsian rentan mengalami stress, serta masih hidup dalam ketakutan,” ungkap Rektor UNP, Prof. Ganefri pada awak media, Rabu (2/10).
Sementara itu, agar kerusuhan di Wamena tidak meluas, Ganefri juga meminta masyarakat di Sumbar tidak terprovokasi dengan informasi yang sengaja memanaskan kondisi. Dia meminta masyarakat untuk melindungi mahasiswa Papua yang menuntut ilmu di Kota Padang.
“Kalau kita lihat yang bergerak sekarang kan bukan masyarakat dari Wamena tapi masyarakat dari gunung-gunung yang tak tahu usulnya. Tapi yang kita sayangkan provokartor yang menghalau mereka ke kota,” kata Ganefri.
Selain itu, Ganefri juga meminta masyarakat Kota Padang untuk terus membantu menghilangkan kecemasan mahasiswa Papua. Menurut dia, masyarakat asal Wamena ini sudah sangat toleran.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan ada 3 pesawat Hercules akan dikerahkan untuk membantu mengevakuasi perantau Minang ke luar Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Ini bentuk koordinasi Pemerintah Provinsi Sumbar dengan Panglima TNI AU.
“Info dari Danlanud Silas Papare Jayapura, akan disiapkan 3 unit pesawat Hercules untuk mengangkut warga yang ingin mengungsi ke Sentani Jayapura. Hercules itu kan pertamanya hanya satu. Kemudian, bertambah jadi dua. Dan ditambah satu lagi. Totalnya tiga,” kata Nasrul Abit.
Nasrul Abit berharap masyarakat yaang ada di Wamena bisa segera dibawa ke Jayapura atau Sentani. Dia menyebut, Hercules disamping mengangkut masyarakat, juga mengangkut bahan makanan ke Wamena. Karena satu unit Hercules bisa mengangkut sekitar 150 orang.
Sementara, untuk kembali ke kampung halaman di Sumbar, pihaknya tengah menunggu daftar yang valid dari Pengurus IKM Papua dan Wamena. Pihaknya akan usahakan secara bertahap. Sejauh ini Pemprov Sumbar sudah berkoordinasi dengan Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Akmal Taher.
“Akmal Taher menyarankan masyarakat tidak ke luar dari Wamena. Di satu sisi kami mendengar jeritan masyarakat. Oleh karena itu, kami akan terus berkomunikasi dengan pihak terkait,” tutur Nasrul Abit. (mil)





