METRO SUMBARPDG PARIAMAN/PARIAMAN

Antispasi Pemanasan Global,  Gelorakan Kampung Iklim 

0
×

Antispasi Pemanasan Global,  Gelorakan Kampung Iklim 

Sebarkan artikel ini

PDG.PARIAMAN, METRO – Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni, kemarin,  menerima apresiasi pembina Program Kampung Iklim (Proklim) tahun 2019 dari Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Repoblik Indonesia Siti Nurbaya. Sebelum menerima penghargaan ini Kabupaten Padangpariaman dilakukan penilaian oleh tim penilai dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.
“Pemkab Padangpariaman rasa senang dan bangganya terhadap masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan proklim di Kabupaten Padangpariaman. Salah satunya Kelompok Wanita Tani (KWT) Mama Ceria di Kenagarian Pakandangan yang berhasil masuk dalam tahap penilaian tingkat Provinsi Sumatra Barat,” ungkap Bupati Padangpariman H Ali Mukhni, kemarin.
Katanya,  penerapan proklim  digencarkan di sejumlah wilayah kecamatan dan nagari  untuk meminimalisir dampak pemanasan global.
“Kita melakukan berbagai upaya motivasi dengan melibatkan  semua  unsur  masyarakat, bahkan kita  juga menggandeng semua lampisan memasyarakat, karena pentingnya program kampung iklim,” ujarnya.
Di beberapa jorong dan nagari katanya,telah melakukan penanaman berbagai jenis tanaman bersama masyarakat dan kelompok tani wanita. Ia motivasi semua lampisan masyarakat dengan menanam pohon bernilai ekonomis, seperti bibit durian, sehingga warga termotivasi untuk memeliharanya secara berkesinambungan.
Sebab katanya, proiklim adalah tumpuan harapan  dalam  meminimalisir dampak perubahahan iklim dan pemanasan global. Makanya, Pemkab Padangpariaman bersama masyarakat masyarakat, yang aktif ikut mensukseskan program mengatasi pemanasan global perlu terus menerus digelorakan.
“Sehingga  masyarakat semakin aktif peduli dalam pengendalian perubahan iklim melalui aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Kita perlu terus mendorong peran masyarakat  dan semua pihak untuk berkontribusi dalam pengurangan emisi GRK, meningkatkan kapasitas adaptasi dalam menghadapi bencana terkait iklim yang semakin sering terjadi,” ujarnya
Dikatakan,  tujuan utama dari pembentukan kampung iklim adalah mendorong masyarakat untuk melakukan adaptasi dan mengambil langkah-langkah mitigasi terhadap berbagai dampak perubahan iklim di lingkungan masing-masing.
Langkah adaptasi dan mitigasi yang dilakukan masyarakat, tidak harus berupa gerakan besar tetapi bisa dilakukan dengan cara-cara yang sederhana namun mampu menumbuhkan kesadaran bersama di tengah masyarakat untuk menjaga lingkungan.
“Selain itu,  penghematan penggunaan energi, seperti listrik juga menjadi bagian dari upaya yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengurangi efek rumah kaca dan pemanasan global,”  tandasnya mengakhiri. (efa)

Baca Juga  Jalan Jorong Nagari Labuah Gunung, Memprihatinkan