RADEN SALEH, METRO – Sejak Januari 2019 hingga akhir September ini, ada 135 peristiwa kebakaran terjadi di Kota Padang. Penyebab dari kebakaran itu antara lain human error, arus pendek, kompor gas meledak dan lain sebagainya.
Kepala Bidang (Kabid) Operasional Damkar Kota Padang, Basril mengatakan lokasi-lokasi yang terbakar itu tersebar di seluruh kecamatan. Jika dibanding tahun lalu, jumlah kebakaran menurun dari tahun 2018 lalu yang sampai di angka 280 kasus.
“Damkar selalu cepat turun ke lokasi jika mendapatkan informasi dari warga. Ini dalam rangka memadamkan api serta menghindari kerugian besar bagi korban kebakaran. Kendaraan yang kita miliki saat ini ada 16 unit serta pada masing-masing kecamatan, armada sudah tersedia,” ujar Basril, Minggu (29/9).
Untuk jumlah personel Damkar saat ini, berjumlah 100 orang. Masing-masing personel akan ditempatkan sebanyak 10 – 15 orang per mobil untuk membantu memadamkan api jika kebakaran terjadi.
“Kepada warga diimbau untuk tidak bermain api dan cepat tanggap dalam persoalan ini. Supaya kebakaran besar tidak terjadi serta kerugian materi dan bangunan bisa diminimalisir,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Damkar Kota Padang, Hendrizal Azhar membenarkan hal itu serta mengimbau kepada warga untuk tetap waspada dan tak lengah dalam hal ini. Jika ada kebakaran, maka koordinasikan langsung. Damkar siap terjun ke lapangan.
“Kondisi yang sulit dijangkau oleh armada, kita berharap swadaya warga dalam membantu. Ini agar api tak menyebar luas dan jatuhnya korban tidak ada,” pungkas mantan Camat Padang Selatan ini. (ade)





