BERITA UTAMA

Mahasiswa PTN Ditangkap Jual Sabu

2
×

Mahasiswa PTN Ditangkap Jual Sabu

Sebarkan artikel ini
MAHASISWA & SABU— Hafrial dan Febi, menunduduk sembari menunjuk sejumlah barang bukti sabu. Kedua mahasiswa perguruan tinggi negeri ini sudah lama menjadi pengedar, dan diduga sebagai pemasok narkoba di kalangan mahasiswa.

PADANG, METRO–Sudahlah jatuh, tertimpa tangga pula. Agaknya inilah yang dirasakan Hafrial alias Sukri (25), mahasiswa Sastra Inggris, Universitas Negeri Padang (UNP) yang diciduk petugas Opsnal Polsekta Kototangah, Senin (15/2) dini hari, di Simpang Tunggul Hitam, Kecamatan Padang Utara. Sukri yang akan mengikuti ujian akhir (kompre) minggu depan, terpaksa mengurungkan niatnya karena harus merasakan dinginnya kamar prodeo.

Kemudian, tidak mau sendirian mereguk asa di sel tahanan, Sukri pun bernyanyi kalau aksinya dilakukan berdua teman satu kampus. Tidak ayal, rekannya, Febi Kurniawan alias Fito (26) juga diciduk lima jam setelah itu di kawasan Jalan Gajah, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Kototangah. Dari tangan keduanya petugas mengamankan timbangan, tiga bong, empat pirek, satu set bungkus plastik, 10 pipet empat korek api, satu pak papir dan satu paket kecil sabu.

Dua orang mahasiswa tersebut diciduk polisi karena kedapatan menjual narkoba. Saat ditangkap, mereka berdalih narkoba itu adalah titipan. Namun, dari tangan mereka polisi mendapati barang bukti sabu dan alat untuk membagi sabu serta alat memakai sabu. Dugaan sementara, dua mahasiswa ini adalah pemasok narkoba di kalangan mahasiswa di Padang.

Baca Juga  Batang Biu Makan Korban, Pencari Ikan Tewas

Penangkapan terhadap kedua pelaku ini bermula dari laporan masyarakat yang resah dengan maraknya aktifitas transaksi narkoba. Kemudian, petugas yang sudah menjadikan kedua mahasiswa ini sebagai target langsung melakukan pengintaian. Mudah saja, Sukri ditangkap tanpa perlawanan usai menjual sabu kepada salah seorang pelanggannya di Simpang Tunggul Hitam.

Tanpa pikir panjang, petugas langsung menciduk Sukri yang saat itu akan pergi menggunakan sepeda motornya. Saat dipegangi petugas, pelaku ini langsung berlagak bego dan malah menganggap petugas akan menganiayanya. Namun, setelah diperiksa petugas dan ditemukan satu paket kecil di dalam saku celananya, pelaku ini langsung menunduk dan mengakui perbuatannya.

Untuk mendapatkan barang bukti, petugas pun membawa Sukri ke kosan di kawasan Air Tawar Barat. Petugas pun berhasil sejumlah barang bukti (BB) berupa timbangan, pirek, bungkus plastik, korek api, pipet dan bong. Petugas kemudian menggelandang pelaku ke Mapolsekta Kototangah untuk pemeriksaan lebih lanjut dan mengungkap jaringannya.

Tidak butuh waktu lama bagi polisi untuk mengungkap kasus peredaran sabu. Saat interogasi, Sukri bernyanyi kalau dia tidak beraksi seorang diri. Ada temannya, Fito yang ikut membantu malah jadi pemasok barang. Tidak menyiakan kesempatan itu, petugas lantas membawa Sukri untuk memberitahukan alamat Fito. Petugas bergerak ke lokasi.

Baca Juga  Pelaku Penyelewengan BBM Bersubsidi Diciduk di Paria­man, Ratusan Liter Solar dan Pertalite Disita

Mudah saja, Fito pun diciduk tanpa perlawanan saat berada di dalam rumahnya. Dilakukan penggeledahan, petugas pun mendapati barang bukti berupa dua buah bong, tiga pirek, satu pak plastik, sembilan pipet, tiga korek api dan satu pak papir. Fito digiring petugas ke Mapolsekta Kototangah untuk diamankan.
Kapolsekta Kototangah Kompol Jon Hendri membenarkan tentang penangkapan dua mahasiswa tersebut. Penangkapan ini berhasil berkat informasi akurat dari masyarakat dan maraknya aktivitas narkoba di kalangan para mahasiswa.

”Mendapatkan informasi, petugas langsung melakukan pengintaian terhadap pelaku. Setelah petugas mendapati barang bukti milik pelaku, langsung ciduk,” tutur Jon Hendri.

Tidak puas sampai disitu, polisi lantas menginterogasi pelaku dan mendapati satu nama lagi yang menjadi pemasok barang. Tidak lama, pelaku ini juga diamankan oleh petugas berikut dengan barang buktinya. “Sekarang keduanya dalam pemeriksaan intensif. Pemberantasan narkoba ini memang sudah menjadi atensi khusus, terutama dalam operasi tumpas bandar,” ucapnya. (cr8)