METRO SUMBARSAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Antisipasi Dampak Rabies, Ternak Warga Divaksin Gratis

0
×

Antisipasi Dampak Rabies, Ternak Warga Divaksin Gratis

Sebarkan artikel ini

SAWAHLUNTO, METRO – Dalam mencegah penyakit rabies, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) melakukan vaksin gratis bagi hewan peliharaan masyarakat pada 30 September hingga 7 Oktober 2019 mendatang. Sekretaris DKP3 Kota Sawahlunto Heni Purwaningsih mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi melalui petugas lapangan kepada kepala Desa dan Kelurahan agar disampaikan kepada warga sesuai jadwal untuk masing-masing desa dan kelurahan. Heni menjelaskan, pemberian vaksin gratis untuk hewan ini bertujuan agar hewan peliharaan masyarakat terhindar dari penyakit seperti rabies.
“Penyuntikan vaksin pada hewan peliharaan seperti anjing, kucing, kera dan musang yang sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit rabies di kota ini,” jelas Heni, Kamis (26/9).
Selain itu, lanjutnya, pemberian vaksin antirabies pada hewan juga memberikan perlindungan kepada manusia dari dampak gigitan hewan penular rabies. Kepala Puskeswan Kota Sawahlunto Drh FA Octaviantris menambahkan, tim yang melaksanakan vaksinasi rabies gratis ini terbagi dua tim yakni, tim Lembah Segar dan Tim Silungkang.
“Dan jadwal ini telah disampaikan kepada masing-masing desa dan kelurahan agar disampaikan kepada masyarakat, supaya menyiapkan hewan peliharaan saat tim akan turun,” ujar Octaviantris.
Dia mengajak partisipasi masyarakat untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan vaksinasi, terutama pemilik hewan peliharaan untuk mengkandangkan hewannya dan bersedia agar hewannya divaksinasi.
“Kalau masih ada yang tak sampai informasi serta adanya halangan, maka dapat datang langsung ke Puskeswan dengan membawa hewan peliharaannya,” ujar Octaviantris.
Sebelumnya, pemberian vaksin gratis pada hewan peliharaan masyarakat telah dilaksanakan di Kecamatan Barangin dan Talawi, Kota Sawahlunto sejak 16-23 September 2019 lalu. Dikatakan, Rabies atau yang juga dikenal dengan sebutan penyakit anjing gila, adalah penyakit infeksi yang disebabkan virus rabies. Seseorang dapat terkena penyakit ini apabila tergigit oleh binatang yang terinfeksi virus tersebut.
Umumnya, virus rabies ditemukan di hewan liar. Beberapa hewan liar yang menyebarkan virus tersebut adalah sigung, rakun, kelelawar dan rubah. Namun, di beberapa negara, masih banyak binatang peliharaan yang membawa virus tersebut, termasuk kucing dan anjing.
Bila seseorang yang terserang virus ini mulai mengalami berbagai gejala, kemungkinan telah terjadi kerusakan pada sistem saraf pusat dan otaknya. Kondisi ini dapat berakibat fatal, bahkan tidak jarang berujung pada kematian. Oleh karena itu, untuk mencegah penyebaran penyakit ini, Anda dan binatang peliharaan Anda harus divaksin. Selain itu, apabila Anda digigit binatang yang berpotensi terinfeksi virus, segera periksakan diri ke dokter sebelum muncul gejala apapun.
Rabies adalah penyakit yang cukup umum terjadi di beberapa negara. Setiap tahunnya, penyakit ini menjadi penyebab sekitar 59.000 kematian. Meskipun telah banyak dilakukan program vaksin rabies, terutama untuk anjing-anjing liar, masih banyak sekali kasus yang terjadi akibat gigitan anjing. Sebanyak 90 hingga 99% kasus rabies terjadi karena gigitan anjing yang terinfeksi virus.
Angka kematian akibat penyakit ini terjadi paling banyak di negara-negara yang tidak memiliki fasilitas kesehatan memadai, terutama di Asia dan Afrika. Selain itu, kurangnya sosialisasi akan bahaya rabies serta pencegahannya juga memengaruhi tingginya angka kasus penyakit ini.
Penyakit ini dapat terjadi pada semua usia, namun kasus kejadiannya paling banyak ditemukan pada anak-anak berusia 15 tahun ke bawah. Persentase kejadiannya adalah sekitar 40%.
Di samping itu, yang termasuk dalam kelompok dengan risiko tinggi yaitu anak-anak yang tinggal di daerah yang rawan terhadap infeksi gigitan binatang, dan orang yang bepergian ke daerah-daerah terpencil di mana kondisi kesehatan masih belum berkembang. Penyakit ini dapat dicegah dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang dapat dihindari. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter anda. (zek)