SAWAHAN, METRO – Pembangunan infrastruktur di kawasan Padang Pinggir Kota masih berjalan lambat. Tak sebanding dengan pembangunan di pusat Kota Padang yang sangat pesat.
Ironinya, hingga kini masih banyak yang belum tersentuh program pembangunan mulai dari fasilitas umum, jembatan, jalan hingga taman atau ruang terbuka hijau. Anggota DPRD Kota Padang, Osman Ayub mengatakan, ada beberapa wilayah yang memiliki skala prioritas. Jika melihat APBD Kota Padang hanya Rp2,2 triliun lebih. Bahkan 52 persen dipergunakan untuk gaji pegawai, sementara sisanya untuk pembangunan di Padang.
“Kalau sekaligus kita bangun (infrastruktur kawasan pinggir kota), artinya ini juga tercapai kestabilan dari Kota Padang,” kata Osman Ayub, Rabu (25/9).
Osman Ayub menyakini Pemerintah Kota Padang tidak ada nafsi-nafsi setiap daerah. Hanya saja, kata dia, Pemko tentu melihat mana skala prioritas pembangunan infrastruktur. Apalagi sudah di penghujung tahun, dia meminta seluruh OPD mengawasi proyek yang dilakukan oleh pihak rekanan agar tidak asal jadi.
“Karena ini APBD Perubahan bertepatan diakhir tahun, kita agak lebih ekstra pengawasannya, karena mencapai waktu yang sangat sedikit khawatirnya mereka asal-asalan,” kata Politisi Partai NasDem itu.
Selain itu, Osman Ayub juga mendorong OPD bersangkutan dan anggota parlemen untuk mengawasi pembangunan infrastruktur supaya tepat sasaran dari beberapa pembangunan. Kemudian dia mendorong rekanan agar serius menjaga kualitas pembangunan.
“Jadi kalau pembangunan Kota Padang mengenai infrastruktur kita punya hak untuk mengawasinya,” ujar Osman Ayub.
Langkah memastikan pembangunan tepat sasaran, Osman Ayub berencana berbagi tugas dengan jumlah anggota yang ada di Komisi III. Misalnya, bagi anggota komisi III yang tinggal ke arah Indarung, Padang Timur tentu perlu mengawasi pembangunan-pembangunan yang ada di kawasan tersebut.
“Misalnya, kalau dapil saya Nanggalo-Padang Utara-Padang Barat. InsyaAllah akan kita lihat juga di sana insfrastrukturnya bagaimana,” ulas Osman Ayub.
Pendapat berbeda disampaikan Anggota DPRD Kota Padang Surya Jufri Bitel. Politisi dari Partai Demokrat ini mengaku kecewa, terhadap Pemko Padang karena lengah dalam memperhatikan warga di daerah pinggiran, seperti di Kuranji, Lubuk Minturun dan kawasan pinggiran lainnya tersebut.
Ke depannya, pria yang akrab disapa Bitel itu berharap adanya perhatian khusus dari Pemko terhadap warga pinggir kota, karena mereka yang tinggal di pelosok seperti ini juga wajib diperhatikan.
“Kurangnya akses jalan, bangunan yang tidak layak, mari Pemko Padang bangun dan sejahterakan warga menjadi lebih baik, khususnya warga yang tinggal di pelosok Kota Padang,” harapnya. (mil)





