METRO PADANG

Alhamdulillah… Akhirnya Hujan Turun, Kualitas Udara Membaik 

0
×

Alhamdulillah… Akhirnya Hujan Turun, Kualitas Udara Membaik 

Sebarkan artikel ini

SAWAHAN, METRO – Kualitas udara di Kota Padang, Sumbar membaik selepas hujan dengan intensitas sedang mengguyur sejak Selasa malam (24/9). Asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berangsur menyingkir. Data real-time pukul 15.00 WIB, Rabu (25/9) parameter PM10 nilai konsentrasi 48 di bawah baku mutu dengan kategori baik.
Tidak hanya Selasa malam, Rabu (24/9) sore pun, hujan deras membasuh Kota Padang yang sudah lama tak turun hujan. Kepala Stasiun GAW Kototabang, Wan Dayantolis mengatakan, sejumlah wilayah di Sumbar mulai diguyur hujan dengan intensitas sedang sejak Selasa malam (24/9).
BMKG memprediksi pada Rabu (25/9) beberapa wilayah di Sumbar berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang.
Daerah tersebut di antaranya Kabupaten Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Dharmasraya, Solok, Solok Selatan, Kota Pariaman dan Padang.
BMKG juga memprediksi model global dan potensi hujan di beberapa wilayah Sumbar yang akan berlangsung beberapa hari ke depan.
“Curah hujan di beberapa wilayah akan memperbaiki kualitas udara yang sudah memburuk di Sumbar beberapa hari terakhir. Karena sifat hujan yang bersifat mencuci udara sehingga partikulat polutan di atmosfer terbawa turun ke permukaan bumi,” ujar Wan Dayantolis.
Hujan diketahui sudah mengguyur Kota Padang sejak Selasa malam (24/9) dengan intensitas sedang, meskipun durasi hujan tidak terlalu lama. Pada Rabu pagi gerimis turun membasahi Kota Bingkuang yang hampir sebulan dilanda musim kemarau dan kekeringan.
Kendati demikian, Wan Dayantolis mengimbau warga untuk menghindari kontak langsung karena tingkat keasaman air hujan yang turun cenderung tinggi. Karena tingkat keasaman air hujan cendrung tinggi karena kandungan polutan yang juga tinggi.
Berdasarkan pantauan pada GAW Kototabang Rabu pagi, konsentrasi PM10 telah berada di bawah baku mutu yaitu 47 ug/m3 dan AOD menunjukkan indeks kurang 1 yang berarti tingkat partikulat pada pada lapisan atmosfer sudah pada kondisi baik.
Namun pada beberapa tempat udara masih terlihat kabur meski jarak pandang besar 5 kilometer (km) karena hujan yg belum merata sehingga belum membersihkan semua partikel polutan di udara pada tempat-tempat tersebut utamanya pada wilayah dekat pantai.
“Sebelumnya pada minggu dan Senin awal pekan ini sebaran PM10 mencapai level maksimum dengan sebaran tertinggi pada wilayah timur dan perbukitan Sumbar,” kata Wan Dayantolis dikutip dari grub BMKG.
“Adapun pada pesisir dan pantai barat tingkat partikulat akibat sebaran asap berada pada level moderat. Sedangkan, pada Selasa (24/9) PM10 konsisten berada pada level menengah di bawah baku mutu,” kata Wan Dayantolis lagi.
Sementara berdasarkan citra satelit Himawari-8 tidak terdeteksi lagi adanya asap di wilayah Sumbar.
Akan tetapi masih terdapat sebaran kecil pada beberapa wilayah di luar Sumbar. Selain itu, prediksi ke depan merujuk pada prediksi model global dan adanya potensi curah hujan hingga beberapa hari ke depan.
“Kondisi baik ini akan berlangsung hingga akhir pekan ini. Update akan segera disampaikan jika parameter kualitas udara yang ada menunjukkan perubahan yang signifikan,” tukasnya. (mil)